Beranda PERISTIWA 16 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Kabupaten Bogor

16 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Kabupaten Bogor

Sumber Foto: Tribunnews Bogor
Bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Bogor pada Rabu (1/1/2020), sedikitnya telah menewaskan 16 orang di 14 kecamatan di Kabupaten Bogor.

14 kecamatan itu ialah Kecamatan Jasinga, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Nanggung Kecamatan Parung Panjang, Kecamatan Babakan Madang, Kecamatan Cibinong, Kecamatan Citeureup, Kecamatan Cileungsi dan Kecamatan Gunung Putri.

Korban meninggal karena banjir ditemukan di Kecamatan Gunung Putri, sedangkan korban jiwa karena longsor berada di Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Nanggung, dan Kecamatan Cigudeg. Hingga saat ini BPBD Kabupaten Bogor masih berusaha melakukan pencarian warga yang tertimbun longsor.

“Yang meninggal karena banjir 3 orang, sisanya karena longsor,” ujar Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armansyah, Kamis (2/1/2020).

Dede mengatakan, pencarian dilakukan secara manual. Hal itu dikarenakan tidak adanya akses untuk alat berat. Sedangkan, beberapa rumah hancur dan sejumlah kendaraan hilang karena longsor. BPBD akan segera melakukan pendataan sarana dan prasarana yang rusak.

“Beberapa rumah hancur ya, mulai besok kita lakukan pendataan, karena dua hari ini kita masih fokus upaya evakuasi,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Pemprov Jabar Dodo Suhendar mengatakan 50 orang dinyatakan hilang dalam musibah yang terjadi di Kabupaten Bogor ini. Namun, untuk jumlah pengungsi, Dodo juga belum merinci.

Dodo mengatakan institusinya sudah mengirim bantuan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bogor yang kini sedang mengungsi. Bantuan berupa velbed, tenda gulung, family kit, kids ware, food ware, dan mie instan.

“Selain itu, ada pula paket sandang yang dikirimkan. Selimut, kasur, makanan anak dan alat dapur keluarga,” kata Dodo dikutip dari kumparan.

Dodo mengaku telah menyusun jadwal piket yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk turun bersama relawan membantu korban di posko-posko yang telah didirikan.

BACA JUGA:  Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Rusak 43 Rumah

“Mengkoordinasikan segala kemungkinan jika terjadi bencana di wilayah Provinsi Jawa Barat, baik itu melibatkan ASN untuk turun ke lapangan bersama relawan bencana maupun memantau situasi dan kondisi serta menyiapkan buffer stock logistik bagi korban pengungsi jika suatu waktu dibutuhkan,” katanya.

loading...