Rakyat Tengah Disuguhi Perdebatan Norak Para Elit Politik yang Memalukan

IndeksNews – Beberapa bulan belakangan ini halaman media sosial bahkan media mainstream disuguhi perang opini beberapa elit politik. Sikap elit politik yang balas-membalas ini dinilai oleh Ketua Bidang Pemenangan Presiden Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono merupakan sikap yang memalukan.

Sukmo menilai sikap tersebut seakan tidak ada lagi figur terbaik di dalam negeri. Lewat aksi saling balas tersebut, ia mengatakan, rakyat Indonesia disuguhi perdebatan norak para elite politik.

“Fadli zon mengatakan Indonesia butuh sosok seperti Vladimir Putin, dibantah oleh PKS, yang bilang butuh sosok Erdogan, disanggah lagi oleh PAN, yang mengatakan lebih butuh sosok Lee Kuan Yew sementara Ahmad Baidowi, PPP, menyebut Fadli Zon kebanyakan nyinyir,” ujar Sukmo, Sabtu (31/3/2018).

Sikap para elit politik ini menurut Sukmo memberikan penilaian tentang betapa rendahnya anak-anak bangsa Indonesia sendiri sehingga seolah tidak ada figur yang mumpuni. Hal ini justru mengabaikan persoalan mendasar di negara sendiri. “Ini sangat memalukan dan norak sekali,” ujarnya.

Masalah bangsa Indonesia lima sampai 10 tahun ke depan adalah soal bagaimana membayar utang akibat pembangunan infrastruktur yang masif oleh rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sebab pembangunan ini, kata Sukmo, dilakukan dengan menggunakan dana utang.

Sukmo menegaskan, justru yang harus disorot adalah potensi terpecahnya wilayah akibat politik SARA dan kemiskinan yang tak kunjung menemukan solusi yang strategis. Sudah jelas masalah bangsa ini adalah potensi deintregrasi wilayah akibat politik SARA yang kotor, sudah jelas masalah bangsa ini adalah potensi menjadi bangsa miskin ada di depan mata, dan konflik regional khususnya dengan Cina.

BACA JUGA:  KPK Ingatkan Para Artis yang Menjadi Anggota DPR agar Hati-Hati Menerima Imbalan

Karena itu, Sukmo menyatakan, seharusnya figur pemimpin yang mampu mengatasi semua itulah yang mesti disodorkan kepada masyarakat, bukan mengidolakan figur asing. Menurut dia, Indonesia tidak kekurangan figur untuk dicalonkan pada Pilpres 2019.

Bahkan, Sukmo mengatakan, Jokowi bisa lebih baik jika ada wapres yang lebih baik dalam waktu ke depan. “Ada Prabowo, ada Yusril Ihza Mahendra, ada Zulkifli Hasan, ada Gatot Nurmantyo dan lainnya. Mereka tinggal bagaimana memasangkan agar jadi kekuatan yang ideal,” pungkasnya.

Comments

comments

Loading...