Bocah Korban Persekusi Itu Trauma dan Takut ke Sekolah

IndeksNews – Bocah korban presekusi di Kota Bekasi mengalami trauma hingga tak mau sekolah. Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi segera koordinasi dengan sekolah anak itu.

Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Rury Arief Rianto, menuturkan awalnya orang tua anak itu mau melaporkan kejadian tersebut ke polisi setelah presekusi menimpa anaknya. Namun, karena ada beberapa faktor akhirnya baru hari ini, Kamis (12/4/2018) datang. Surat laporan itu tercatat bernomor LP/753/K/IV/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Menurutnya, orang tua korban khawatir kasus anaknya bertambah ramai hingga banyak orang tahu. Padahal anaknya saja sudah sangat trauma.

“Saat saya datang ke rumahnya, ternyata orang tua korban juga khawatir harus mengeluarkan biaya. Kami sampaikan bahwa itu gratis, nggak ada biaya. Dari situlah mulai timbul keberanian bapaknya. Saya di sini buat meyakinkan aja, biar keberanian keluarga,” ujar Rury.

Rury juga sangat menyayangkan hingga terjadinya persekusi tersebut. Seharusnya jika itu kesalahan maka harus diproses sesuai ketentuan yang ada. “Cuma jangan melakukan pemukulan gitu loh apalagi sampe ditelanjangi. Jangankan anak kecil, orang dewasa aja nggak boleh begitu,” tambahnya.

Mengenai proses pendampingan kepada korban, Rury mengatakan bahwa pihaknya akan mendampingi sampai kasus ini selesai, termasuk berkoordinasi dengan sekolah korban.

“Untuk tahap yang pertama, sudah kita datangi keluarga untuk meyakinkan keluarga untuk lapor polisi. Kedua, kita siapkan pendamping konseling dari psikolog untuk memulihkan psikisnya. Karena di usianya sekarang pasti psikisnya terganggu. Selanjutnya kita juga mendampingi orang tua korban ke kepolisian, sekaligus ke rumah sakit untuk visum dan saya pastikan juga itu gratis,” ujarnya.

BACA JUGA:  Topan Hagibis : Jepang Turunkan 100.000 Lebih Regu Penyelamat

Ia juga mengatakan laporan ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan juga sebagai peringatan untuk masyarakat agar jangan main hakim sendiri. “Kami melaporkan atas dua kasus yang dialami korban, yaitu Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan UU nomor 35 tahun 2014 tentang kekerasan anak,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar berita tentang kasus persekusi terhadap dua anak belasan tahun di bawah umur terjadi di Harapan Jaya, Bekasi Utara. pelaku adalah seorang perempuan yang jengkel dan menuduh keduanya mencuri jaket bapak mertuanya.

Kedua anak itu berusia 12 dan 13 tahun. Presekusi dialami mereka pada Minggu (8/4/2018) dan telah dilaporkan ke Polres Bekasi Kota.

“Saat itu anak saya sedang nongkrong,” ungkap Sudirman, ayah salah satu korban, Kamis (12/4/2018). “Tau-tau anaknya mengambil jaket. Mereka lari lalu tertangkap dan mereka ditelanjangi.”

Tak hanya itu. Menurutnya, anak-anak itu juga diarak wanita itu sampai ke kediamannya yang berjarak sekitar 1 km. “Semua orang dengar, dia teriak-teriak membawa anak saya,” katanya. “Dia memang nggak mengaku tapi anak saya bilang sewaktu ditangkap mereka dipukuli dan ditendang.”

Wanita itu, sambungnya, bersama satu orang lain menggedor-gedor rumahnya. “Waktu itu jam 2 dini hari,” ujarnya. “Anak saya diperlakukan nggak manusiawi. Kalau memang salah kan bisa dibawa ke Pos RW lalu dipanggil orangtuanya.” Katanya.

Comments

comments

Loading...