Heboh Pertunjukan Tari Erotis Komunitas Motor di Pantai Kartini

IndeksNews – Heboh, Sebuah pertunjukan tari erotis yang berlangsung di Pantai Kartini Jepara, Jawa-Tengah dibubarkan polisi, Sabtu (14/4/2018). Tarian erotis yang dilakukan tiga wanita cantik dengan hanya menggunakan bikini itu tersaji dalam acara yang diselenggarakan oleh sebuah komunitas motor di kota ukir tersebut .

Belasan orang anggota komunitas motor yang bertindak sebagai panitia diperiksa polisi, satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Hingga Minggu siang (15/4/2018), polisi masih melakulan pemeriksaan, termasuk ketiga wanita cantik penari erotis .

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suharta mengatakan, sementara ini dari hasil pemeriksaan baru ditetapkan satu orang tersangka,” Jumlah tersangka kemungkinan nanti bisa bertambah, tergantung hasil pemriksaan,” katanya .

Awalnya acara komunitas pengguna motor Yamaha N-Max yang diberi nama Anniversary Jepara Max Owners (JEMO) ke I, berlangsung biasa dan wajar. Tetapi setelah acara seremonial usai, mendadak acara berubah menjadi musik DJ yang menghentak dan muncul tiga orang penari berpakaian seksi meliuk-liuk dihadapan kerumunan ratusan orang .

Ketiga penari erotis mendadak menanggalkan pakaian seksi yang sempat mereka kenakan. Dengan hanya mengenakan celana dalam dan bra, mereka kemudian menari dengan erotis di tengah sorak para penonton.

Kejadian ini akhirnya dihentikan oleh aparat keamanan. Polisi menganggap panitia telah menyalahi ijin, karena semula ijinnya hanya menyelenggarakan musik solo organ. Malam itu juga belasan anggota komunitas motor tersebut diangkut ke Mapolres Jepara untuk dimintai keterangan.

Polres Jepara menyesalkan tindakan panitia, apalagi setelah video tari erotis tersebut viral karena direkam dan disebarkan di berbagai media sosial .

BACA JUGA:  Mal Hypermart Kelapa Gading Terbakar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyatakan tidak akan main-main dalam mengusut kasus tarian erotis ini . Ia menduga ada pelanggaran terhadap UU Pornografi.“Mereka yang terlibat bisa terancam hukuman minimal 2 tahun penjara. Siapa-siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini masih akan didalami lebih jauh,” ujarnya, Minggu (15/1/2018).

Kejadian ini murni diduga karena kesengajaan dari panitia penyelenggara. Ada banyak pelanggaran yang diduga terjadi pada acara yang digelar salah satu komunitas otomotif di Jepara itu.

“Acara ini izinya hanya hiburan solo organ. Tidak ada DJ dan tarian seksi dalam round down acaranya. Ini kebablasan dan kami akan melakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Comments

comments

Loading...