Muhammad Rizki dan Yurgen Alifia Dua mantan Jurnalis Menjadi Calon Legislatif

BAGIKAN
Loading...

Dua mantan jurnalis Muhammad Rizky dan Yurgen Alifia maju menjadi calon anggota legislatif melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keduanya mempunyai niat yang sama maju menjadi anggota legislatif, yaitu ingin mengubah wajah parlemen Indonesia menjadi lebih baik.

Rizky, yang menjadi caleg dari Dapil Sumatra Selatan I (Kab Musi Rawas, Kab musi Banyuasin, Kab Banyuasin, Kota Palembang, Kab Musi Rawas Utara, Kota Lubuk Linggau), mengaku dengan terlibat politik praktis, dia berharap dapat berperan aktif dalam membuat kebijakan dan peraturan.

“Sebagai jurnalis, selama ini peran saya adalah menyampaikan fakta dan melakukan kontrol sosial atau sebagai watch dog. Itu semua membuat saya terus terpacu dan terdorong untuk memperbaiki bangsa ini,” kata ayah tiga anak ini di DPP PSI, Rabu (29/8/2018).

Perihal pilihan jatuh ke PSI, Rizky menyatakan, dirinya sama sekali tidak pernah membayangkan ada partai yang benar-benar orisinil, bukan partai daur ulang. PSI menurutnya merupakan partai yang orisinal.

“Kedua, saya yakin betul dengan partai ini karena dipimpin anak muda dan tanpa meminta syarat apa-apa jika ada warga yang ingin maju sebagai caleg. Kemudian, langkah-langkah konkret yang dilakukan PSI seperti menggugat UU MD3 adalah hal yang luar biasa,” kata mantan jurnalis TvOne itu.

Sementara itu, untuk Yurgen Alifia, perjalanan sebagai jurnalis dan pendidikan master di Oxford University (Inggris) membuat dia sadar ada yang tidak beres dengan Indonesia.

“Dalam pengalaman jurnalistik, saya banyak ditugaskan meliput di DPR RI. Saya melihat sendiri rendahnya komitmen banyak anggota DPR, bahkan untuk hal-hal kecil seperti datang rapat kerja maupun sidang paripurna,” kata Yurgen.

Lalu, sebagai mahasiswa di Oxford, dia belajar banyak tentang perumusan kebijakan publik. Ia mengaku gusar dengan proses perumusan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang kerap mengesampingkan sains dan data sehingga merugikan banyak orang.

“Itu membuat saya terjun ke politik di usia muda. Kemudian, saya mengetahui tentang PSI. Kesamaan visi untuk mereformasi partai politik, melawan korupsi, mencegah intoleransi, serta menciptakan Indonesia yang adil dan makmur membuat saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai kendaraan politik,” ujar dia.

Comments

comments

Loading...
loading...