Mastilizal Aye: Masih banyak yang mesti kita suarakan

BAGIKAN

Pria kelahiran Padang, 12 Maret 1969 ini merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang properti (developer), namun namanya saat ini tercatat sebagai Bendahara DPC Gerindra Kota Padang.

Loading...

Mastilizal Aye, akrab disapa Aye, terjun ke ranah politik bukan karena latah, namun sebagai aktualisasi dirinya yang selama ini sibuk mengurus beberapa organisasi masyarakat, mulai dari tingkat paling bawah sampai ke tingkat provinsi.

Pengurus PSSI Sumatera Barat ini, tidak ingin sesumbar dalam merebut salah satu kursi di parlemen. Namun dorongan yang kuat dari konstituennya telah memberi energi agar langkahnya kian mantap berada di jalur politik.

“Jadi anggota DPRD itu bukan untuk menyelamatkan kehidupan pribadi, tapi menyelamatkan kebijakan pemerintah agar berpihak kepada rakyat. Di pundak para politisi yang duduk di kursi parlemen ada tanggungjawab yang begitu besar, yang tidak boleh diabaikan,” ujar Aye.

Aye mengatakan, ketika seorang politisi terpilih dan menduduki salah satu kursi di DPRD, dia harus bicara di atas kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan kelompoknya. Politisi itu harus memperjuangkan aspirasi yang telah disampaikan oleh rakyat demi kepentingan semua orang.

“Saya termotivasi untuk terjun ke ranah politik, bukan sekedar panggilan jiwa. Namun aspirasi yang selama ini saya tampung dari warga, tidak bisa saya salurkan, karena saya tidak memiliki kewenangan dalam melakukan advokasi. Kita harus berada di dalam sistim agar suara kita didengar,” ujar Direktur PT Cahaya Madani Akbar ini.

Selama bertahun-tahun di organisasi, Aye merasakan banyak kendala dalam mengelola sebuah organisasi, apalagi tidak didukung oleh kebijakan pemerintah. Mantan pengurus Organda Kota Padang ini menyampaikan bahwa antara kebijakan pemerintah dengan organisasi masyarakat sering tidak singkron, sehingga terjadi konflik.

“Misalnya, persoalan angkutan kota. Hingga saat ini belum ada inovasi dari pemerintah yang bisa diterima oleh para pengusaha angkot. Padahal semua pengusaha tentu ingin perubahan ke arah yang lebih baik, namun apabila solusi yang ditawarkan oleh pemerintah dinilai merugikan pengusaha tentu saja solusi itu ditolak,” kata Aye.

Aye menegaskan, seharusnya seluruh kebijakan yang dilahirkan oleh pemerintah hendaknya berdasarkan aspirasi warganya, harus berdasarkan penelitian yang matang serta kajian yang memiliki dampak cukup baik terhadap masyarakat.”Bukankah untuk menuju tata pemerintahan yang baik itu harus memiliki unsur partisipasi masyarakat?”

Inilah salah satu yang melatari Pengurus PT MSI Sumatera Barat ini memantapkan langkahnya menuju kursi parlemen pada Pemilihan Legislatif 2019 yang akan datang.”Masih banyak yang harus kita suarakan, namun bukan berarti apa yang selama ini sudah dilakukan oleh para senior kita di DPRD tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Banyak manfaatnya, terutama para anggota dewan yang peduli dengan daerah pemilihannya,” ujar Aye.

Mastilizal Aye dan Sepakbola

Dunia olahraga khususnya sepakbola, seakan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Aye. Pimpinan Tim Sepakbola Jance FC ini memiliki niat untuk mengembalikan kejayaan persepakbolaan di Kota Padang.

Menurut Aye, Kota Padang merupakan daerah yang sangat strategis untuk membangun dunia sepakbola. Sepakbola saat ini sudah menjadi industri dihampir seluruh wilayah Indonesia, karena cabang sepakbola memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa dan dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat.

“Dulu kita memiliki kebanggaan di cabang ini, tapi saat ini kita nyaris hanya sebagai penonton. Dalam membangun persepakbolaan yang andal, kita tidak boleh membawa kepentingan kelompok, namun kita harus memberdayakan orang-orang yang profesional dan memahami persoalan sepakbola,” tutur Aye.

Karena menurut Aye, sudah saatnya kejayaan persepakbolaan di Kota Padang dikembalikan dengan cara menempatkan orang-orang yang tepat, bukan orang-orang dekat. Kalau sepakbola sudah menjadi sebuah industri maka ia harus dikelola layaknya mengelola sebuah perusahaan.

Mastilizal Aye dan Pendidikan

Aye, menamatkan pendidikan dasarnya di SD Negeri Inpres 77/78 Jati Padang pada tahun 1983, kemudian ia melanjutkan ke SMP 18 Padang tamat pada tahun 1986. Pada tahun 1989 Aye merampungkan pendidikan di SMA 5 Padang setelah itu ia memilih hanya menyelesaikan diploma satunya di bidang komputer dan lulus pada tahun 1992.

Mastilizal Aye dan Kerja

Sekalipun bukan berlatarbelakang pendidikan di bidang teknik, namun suami dari Gusti Herawati, S.Pd ini memilih bekerja disebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor yaitu di PT Sader Mekar Jaya pada tahun 1991 hingga 1993.

Kemudian pada tahun 1994 sampai tahun 1997, Aye bekerja di PT Amen Mulia Palembang. Namun sejak tahun 2014 Mastilizal Aye mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang developer dengan jabatan sebagai Dierektur Utama sampai saat ini.

Mastilizal Aye dan Organisasi

Organisasi bagi Aye adalah tempat untuk mengaktualisasikan diri, tempat ia menumpahkan segala keinginannya di tengah kebersamaan dengan segala lapisan masyarakat mulai dari tingkat bawah sampai atas.

Pada tahun 2007, ia menjabat sebagai Wakil ketua Pemuda Islam Padang, dan pada tahun yang sama ia juga menjabat sebagai Ketua Komite SD 30 Lubuk Lintah. Kemudian Aye juga menjadi pengurus dan koordinator di bidang dana Pembangunan Mushala Baaitulrahim Kampung Lapai pada tahun 2010. Pada tahun itu juga ia menjadi Ketua Pokmas Merah Putih Pasca Gempa.

Aye pun pernah menjadi ketua RW 03 Kp Lapai pada tahun 2011 sampai 2014, dan menjadi Pengurus Organda Kota Padang. Dan pada periode itu juga Aye juga menjadi Wakil ketua Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Kp Lapai. Sementara sebelumnya yaitu pada tahun 2005 Mastilizal Aye mendirikan Forum Komunikasi Angkot Siteba Padang.

Sejak tahun 2012 sampai sekarang Aye masih menjadi Ketua Bagian Pemuda Olahraga Seni dan Budaya LPM Kp Lapai, juga koordinator GNMT Wilayah Sumatera Barat. Sejak tahun 2016 dia merupakan Ketua LPM Kelurahan kampung Lapai.

Aye merupakan Pengurus PT MSI Sumatera Barat periode 2017-2021 sekaligus menjadi pengurus PSSI Sumatera Barat.Organisasi inilah yang telah membentuk watak seorang Aye, hingga saat ini dia menjadi sosok yang mudah akrab dengan siapapun apalagi dengan warga sekitarnya.

Mastilizal Aye dan Penghargaan

CSTP dari Telkom
Peringkat terbaik III AKUT Kota Padang
Peringkat Peserta Terbaik II Awak Kendaraan Umum Teladan Tingkat Sumatera Barat.
Piagam Awak Kendaraan Umum Teladan dari Menteri Perhubungan
Piagam Awak Kendaraan Umum Teladan dari Menteri Perhubungan
Piagam Awak Kendaraan Umum Teladan dari Gubernur Sumatera Barat
Piagam Awak Kendaraan Umum Teladan dari Dishub Kota Padang
Piagam Penghargaan Pasca gempa 2009 dari Pemerintah Kota Padang
Sertifikat Ketrampilan Kerja dari Lembaga Ketrampilan.

Mastilizal Aye dan Keluarga

Gusti Herawati S.Pd (Istri)
Igel Gusti Herawan (Anak)
Rifky Yasfhan (Anak)
M Fikran Khalis (Anak)
Natasha Azzahra Putri (Anak)

Ditulis: ZULKIFLI

Comments

comments

Loading...
loading...