Febri Wahyuni Sabran Menggapai Mimpi Menuju Senayan

BAGIKAN
Menjadi calon legislatif memang banyak hal yang harus dikorbankan. Salah satunya yang sudah lazim disadari yakni caleg harus mengorbankan uang, logistik serta waktunya untuk bisa menyerap aspirasi dan meraih dukungan pemilih.
Loading...

Selain, mengorbankan uang, ternyata ada juga caleg yang mengaku mengorbankan cintanya. Seorang caleg cantik dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Febri Wahyuni Sabran mengatakan dia menjadi caleg PSI dan putus dari pacarnya.

“Banyak yang aku korbanin, salah satunya putus dari mantan aku yang beda partai,” kata Febri dalam video testimoni Caleg Milenial PSI yang diunggah akun PSI, dikutip Rabu 12 September 2018.

Testimoni caleg cantik berhijab dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini belakangan viral di laman forum sampai media sosial.

Dia menjadi perbincangan setelah Official Akun Facebook Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada hari Rabu (29/8/2018) lalu mengunggah video pengakuan. Dalam video tersebut Febri mengungkapkan harus mengorbankan hubungannya dengan pacarnya untuk maju menjadi Calon Legislatif

Video yang berdurasi 1 menit 23 detik itu menayangkan para kader PSI yang berasal dari kalangan milenial, salah satunya adalah Febri Wahyuni Sabran.

Saat ditanya tentang apa yang sudah dikorbankan oleh para kader sejauh ini, Febri Wahyuni menjawab salah satunya adalah putus dari mantan yang beda partai. “Banyak banget yang aku korbanin, salah satunya putus dari mantan aku yang beda partai,” ucap Febri.

Dalam video itu Febri Wahyuni juga mengatakan bahwa isu politik yang paling dekat dengan keseharian anak muda adalah isu pendidikan. Menurutnya, masih banyak anak-anak muda yang tingkat pendidikannya terputus, sehingga pendidikan adalah hal yang harus diperjuangkan.

“Pendidikan, jadi pendidikan itu masih banyak anak-anak muda sekarang yang masih terputus pendidikannya dan harus kita perjuangkan,” tambah Febri Wahyuni.

“Jangan pernah menunda-nunda, lakukan sekarang, dan berani,” tegasnya lagi.

Febri Wahyuni juga berpesan untuk pada anak muda yang apatis untuk tidak pernah menunda-nunda, lakukan sekarang dan berani. Selain itu, melalui akun Instagramnya, Febri juga menuliskan tentang pandangan politik hingga tujuannya maju menjadi anggota dewan.

Perempuan berusia 25 tahun itu menceritakan momen dia putus gara-gara beda partai seperti yang diungkapkan di video. Namun dia putus dengan mantan pacarnya tersebut tidak hanya karena didasari perbedaan cara pandang politik saja, ada bermacam-macam penyebab lainnya.

Keduanya pun memutuskan berpisah dengan baik-baik, dan menjalani karier sesuai dengan cara pandang dan ideologi masing-masing, karena tidak memungkinkan untuk berkolaborasi. “Sama-sama memberikan ruang, nggak mau mengikat. Karena kita beda pilihan, takutnya nanti ke depan ada berseberangan. Aku sih sebenarnya sangat menghargai perbedaan, cuman ketika perbedaan bisa berkolaborasi itu lebih bagus,” terang Febri.

Febri Wahyuni sebelum terjun ke Dunia Politik adalah sosok orang yang berprestasi, dia menjadi Duta Pariwisata Sumatera Barat. Kelak juga nanti jika terpilih, lulusan Managemen dari salah satu Universitas di Kota Padang ini menjelaskan tetap akan memperjuangkan periwisata dan pendidikan.

“Jika kita terlibat di politik kita bisa berbuat banyak. Karena kebijakan untuk masyarakat banyak dihasilkan dari proses politik. Jadi kita harus ada di dalamnya,” ujarnya.

Febri pun bercerita bahwa dunia politik adalah hal baru baginya, dan partai yang bisa membuatnya terjun ke Politik adalah Partai Solidaritas Indonesia. “Saya tidak ada background politik sama sekali. Namun saya sangat optimis karena niat saya untuk memperjuangkan masyarakat,” ujarnya.

Dia pun bercerita bahwa saat bertemu masyarakat dia sangat tidak bisa melupakan saat bertemu masyarakat yang menjamunya dengan ramah. “Kita diterima dengan baik, disuguhkan air minum. Kemudian mendengar keluhan mereka. Itu menambah motivasi kita untuk terus berjuang,” ujarnya.

“Bismillahirahmanirahim, Dengan Rahmat Allah yang Maha Pemurah dan Maha Pelindung.
InsyaAllah Saya Siap!! #KERJAUNTUKPENGABDIAN

Mohon doa dan dukungannya, agar saya bisa masuk ke dalam Parlemen, dengan membawa berbagai program untuk kepentingan masyarakat Sumatera Barat tentunya, terkhusus untuk Sumbar Dapil 2.

Dengan majunya saya, saya ingin mendobrak stigma yg selama ini melekat di dalam masyarakat bahwa untuk menjadi seorang wakil rakyat tidak harus dengan modal uang Miliyaran, Gadis desa yang lahir di tepian danau Maninjau, tumbuh besar menjadi remaja yang sangat senang dengan tari tradisi di kota yang terkenal dengan sanjainya, kemudian belajar menimba ilmu dan mengasah diri di daerah pesisir bisa memberikan warna baru di dunia politik Sumbar.

Saya pernah kehilangan kesempatan menggapai mimpi saya untuk menjadi seorang arsitek, namun saya tidak mau menyerah, saya yakin ketika satu pintu kesempatan tertutup untuk saya, maka saya harus menemukan pintu lainnya, dan jika pintu kesempatan itu tidak ada untuk saya ,maka saya harus bisa menciptakan kesempatan untuk diri saya dan orang lain.

Hingga detik ini prinsip inilah yang selalu saya pegang, hingga saya membulatkan tekad untuk terjun ke politik dan berjuang untuk masuk kedalam parlemen.

Tentunya semua itu takkan mungkin bisa, jika tidak ada support dari bro n sis, oleh sebab itu saya mohon doa dan dukungannya agar kita anak2 muda bangsa bisa bangkit dan bersatu memberikan harapan baru untuk negri ini,” tulisnya lewat Instagram @uniebby.

Tak hanya Febri Wahyuni, ada beberapa kader PSI dari golongan milenial yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI.

Kiriman: PSI (Partai Solidaritas Indonesia)

Comments

comments

Loading...
loading...