Dirut PT Smelting Indonesia Diperiksa KPK Terkait Korupsi Proyek PLTU Riau 1

BAGIKAN
Direktur Utama PT Smelting Indonesia, Prihadi Santoso, diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Dia mengaku dicecar soal kaitan perusahaannya dengan proyek PLTU Riau-1.”Digali ada nggak keterkaitan sama (PLTU) Riau-1. Tapi nggak ada (kaitannya),” kata Prihari di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/3018).
Loading...

Prihadi mengaku kenal dengan tersangka Eni Maulani Saragih selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR. Dia mengaku sering diundang ke Komisi VII terkait pembahasan tambang. “Ya kan beliau komisi VII ya. Kami kan terkait dengan hilirasi UU 4 tahun 2009. Perusahaan saya tambang kan, pengolahan,” ujarnya.

“Kaitannya hanya tentang hilirisasi, UU nomor 4 tahun 2009 aja. Kami kan sering diundang di komisi VII,” sambungnya.

Dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1, KPK menetapkan tiga orang tersangka yakni Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Eni diduga menerima duit suap Rp 4,8 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Saat melakukan pengembangan, KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yaitu senilai USD 1,5 juta dari Kotjo, jika perusahaannya berhasil memenangi proyek PLTU Riau-1.

Comments

comments

loading...
loading...