Warna – warni Genre di Indie Season Road To IIMF 2018.

BAGIKAN
Loading...

Indeksnews – Indie season road to IIMF 2018, kembali menampilkan musisi – musisi Indie dengan karya – karyanya, Senin malam, 10 September 2018 ada warna – warni Genre yang disuguhkan oleh tiga musisi di Melody Music Bar Lounge Grand Kemang Hotel Jakarta Selatan mulai Dream Pop, Mathpop, Alternatif Pop/rock hingga Rock and Roll.

Perhelatan Internasional Indie Music Festival, Pekan Raya Indonesia 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exabations (ICE), BSD CITY, Tanggerang tinggal menghitung minggu, tepatnya mulai 27 September – 7 Oktober mendatang.

Dalam rangka pemanasan sebelum tampil di Internasional Indie Music Festival 2018, para musisi tampil terlebih dahulu di panggung Indie Season Road To IIMF 2018. Kali ini ada PostDoktoral, Sneaky Paragraf dan Voxa yang menunjukkan karya terbaik mereka di perhelatan yang sudah hampir memasuki hari – hari akhir acara ini dengan genre berbeda yang mereka usung.

Penampilan pertama diawali oleh group band asal Bekasi ini yang mengusung musiknya dream pop, Post Doktoral namanya yang terbentuk dari kalangan akademik.

“Musik kita sih macem – macem, ada yang bilang dream pop, post rock dan juga math rock, kita terbentuk dari para mahasiswa, saya sih sebenarnya. Saya punya keinginan belajar hingga tinggi, “ungkap Reinhard di panggung Indie Season Road To IIMF di Melody Music Bar & Lounge Grand Kemang Hotel Jakarta Selatan, Senin (10/9/18).

Post Doktoral digawangi oleh Reinhard (vokal/gitar), Rizki (drums), Ivan (bass) dan Kristel (gitar) ini tampil membawakan tiga karya mereka yaitu “Silent”, “Magdelene” dan “Ignorant Girl”.

“Kebetulan kami sedang mempersiapkan Album perdana, judulnya masih dirahasiakan. Ada 9 lagu nantinya. Direncanakan sih dirilis tahun ini,” tambah Reinhard

Band kedua yang tampil adalah Sneaky Paragraf, band penyuka Wezeer asal Amerika. Band yang sering mengcover lagu – lagu Wezeer ini memang terbentuk dalam sebuah komunitas Weezerian pada tahun 2017 ini, musiknya pun mengarah ke musik – musik Wezeer.

Sneaky Paragraph yang tampil membawakan lagu covering Wezeer “Buddy Holly”, “El Scorcho” dan “Say It Ain’t So.

Ketika diberi tantangan untuk membawakan lagu mereka sendiri berjudul “So Long” band dengan formasi Bayu (vokal/gitar), Maya(drums), Luqman (bass/vokal) dan Chomenk (gitar) lebih bagus di panggung Indie Season Road to IIMF 2018. Tampaknya panggung ini juga mempunyai percaya diri para musisi Indie.

Panggung Indie Season Road to IIMF 2018 dilanjut dengan penampilan Voxa Band sebagai penutup perhelatan ‘Indie Season Road To IIMF’ kali ini. Band yang terbentuk pada tahun 2013 lalu ini sempat merilis album ‘Spirit Of Rock And Roll’ pada tahun 2015 lalu.

Band yang digawangi oleh Arnold (vokal), Yudi (bass), Ozy (gitar), Ari (gitar) dan Abdul (drums) mengingatkan kita pada salah satu band legendaris Slank.

“Memang besar kecilnya musik kita pengaruh dari musik Slank, tapi bukan berarti kita jiblak sih, kita belajar banyak dari musik – musik Slank yang jujur itu aja sih,” ungkap Arnold sang vokalis dimana dirinya mengidolakan band rock,Slank dan juga Pearl Jam dalam berkarya.

Tampil dengan lagu dari Slank “Solidaritas” dan dua lagu karya mereka sendiri, “Ga Cinta Lagi” dan “Save Indonesia”. Warna musik rock n roll sangat kental dalam karya mereka apalagi lirik – lirik yang merupakan syarat pesan tampaknya ingin ditonjolkan band ini meski tema cinta juga jadi andalan mereka.

Setelah ketiga musisi indie ini tampul, Harry Koko Santoso selaku owner Deteksi Productions sekaligus pengagas Internasional indie music festival memberikan sambutan hangat bagi para musisi yang tampil malam itu.

“Terimakasih semua musisi – musisi Indie yang malam ini tampil, semoga Indie Season Road to IIMF 2018 ini membawa semangat baru untuk musik kalian terutama musik Indonesia,”tutup Harry Koko Santoso. (@enny_hdyn).

Comments

comments

loading...
loading...