Rizal Ramli Lawan NasDem dengan 720 Pengacara

Dr. Rizal Ramli siap menuntut balik Partai NasDem karena telah mencemarkan nama baiknya sebagai pakar ekonomi nasional dan internasional.

“Kami juga bisa tuntut balik. Enak saja jatuhkan reputasi Rizal. Enak saja bilang saya memfitnah. Itu merusak nama Rizal Ramli,” ujar Rizal Ramli di Jakarta Barat, Senin (17/9/2018).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini dengan tegas mengatakan, kalau dirinya tidak pernah menyebut Partai Nasdem dalam program ‘Sapa Indonesia Malam’ di Kompas TV tanggal 4 September 2018 dan program ‘Indonesia Business Forum’ di tvOne tanggal 6 September 2018 lalu.

“Dalam acara tersebut saya tidak pernah menyebut nama Partai NasDem. Tapi menyebut nama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Surya Paloh,” kata Rizal Ramli.

Pernyataan Rizal Ramli yang sebelumnya sempat membuat gerah para petinggi Partai nasDem, terkait kebijakan impor garam di dua televisi itu dianggap telah menghina dan mencemarkan nama baik Surya Paloh.

Sementara, Otto Hasibuan sebagai kuasa hukum ekonom senior Rizal Ramli menyampaikan, 720 pengacara Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dari seluruh Indonesia menyatakan kesediaanya untuk membela mantan Menko Kemaritiman tersebut

“Apa yang dilakukan RR haruslah kita dukung karena sungguh impor tersebut telah menyengsarakan rakyat dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” ujar Otto.

Sebagai advokat kata Otto, dirinya tidak boleh terlalu lama tidur dan harus berjuang demi rakyat.“Karena advokat adalah advokat pejuang. Oleh karena itu saya mengajak teman-teman untuk bergabung dalam tim ‘Pembela Rizal Ramli, anti impor beras, garam dan lain-lain yang merugikan rakyat dengan tagar Save Rizal Ramli,” kata Otto.

BACA JUGA:  AHY Bongkar Perasaannya Setelah Gagal Masuk Kabinet Jokowi

“Itu menyampaikan langsung kepada saya, baik yang formal dan non formal,” kata Otto.
Otto mengatakan, banyaknya pengacara yang bersedia bergabung menunjukkan keseriusan membela Rizal Ramli juga sekaligus membela petani yang dirugikan oleh kebijakan impor.

Otto juga mengatakan, bahwa pihaknya diminta untuk minta maaf. Tapi, pihaknya tidak mengetahui hal yang mana yang harus diminta maaf. “Kami tidak tahu, minta maaf dalam hal yang mana,” pungkas Otto.

Comments

comments

Loading...
loading...