Mantan Finalis Indonesian Idol Dede Richo Lakukan Aksi Kejahatan Untuk Biaya Pesantren Anaknya

BAGIKAN
10 tahun yang lalu Dede Richo pernah mengecap panggung Indonesian Idol, bahkan berhasil menjadi finalis. Ajang yang selama ini menjadi salah satu impian para penyanyi yang ingin mengubah nasib di dunia hiburan Indonesia.
Loading...

Panggung Idol diikuti ribuan peserta, karena melalui ajang ini para penyanyi mendadak tenar dan bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah secara mudah yang penting bisa menjaga popularitas. Namun tak jarang, jebolan ajang ini tidak mampu mengelola keuangan dengan baik sehingga banyak yang terjebak dengan kesengsaraan hingga akhirnya nekat melakukan perbuatan melanggar hukum untuk menyambung hidup.

Seperti halnya yang dilakukan Dede Richo, mantan finalis Indonesian Idol Season 5 tahun 2008 lalu itu justru kini ditangkap polisi karena merampok di daerah Tangerang Selatan.

Ketika pertama kali mengikuti audisi, Dede Richo sembari membawa gitar dengan melantunkan lagu Once berjudul Kucinta Kau Apa Adanya. Kemudian Dede Richo membawakan lagu KLA Project berjudul Yogyakarta. Dalam audisi itu, Richo berhasil memukau para juri yakni Anang Hermansyah, Titi DJ, Nugie, dan Indra Lesmana.

Richo pun lolos ke babak workshop I. Pada babak itu Richo membawakan lagu Munajat Cinta yang dipopulerkan band The Rock. Richo kemudian lolos meski menurut juri kurang maksimal karena peserta asal Medan itu tidak tampil dengan gitarnya. Pada babak workshop II, Richo kembali lolos setelah tampil bersama gitarnya dengan kembali menyanyikan lagu Yogyakarta.

Dede Richo di panggung Indonesian Idol di tahun 2008

Richo sukses melaju hingga babak Spektakuler bersama dengan 11 finalis lainnya termasuk, Aris, Kunto Aji, dan Gisel. Hanya Kunto Aji dan Gisel mampu menjaga popularitasnya di dunia hiburan hingga saat ini.

Perjalanan Richo di Idol harus terhenti di Spekta 4. Di malam sebelum ia tereliminasi itu, Richo menyanyikan lagi Begitu Indah milik band Padi.

Kini 10 tahun sudah panggung yang sempat melambungkan nama Richo berlalu, kabar buruk pun datang. Richo ditangkap sementara kakinya tertembak karena berusaha melawan petugas. Karena ia terlibat melakukan aksi perampokan bermodus pecah kaca di kawasan Tangsel, aksi yang sudah dijalaninya selama 1,5 tahun terakhir. Ia ditangkap bersama dengan saudara kandungnya dan dua orang rekannya.

“Mereka sudah beraksi selama setahun setengah yang lalu dengan 30 TKP di sekitar Tangerang,” ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, seperti dirilis Kumparan, Kamis (20/9/2018).

Alasan mereka melakukan pencurian karena faktor ekonomi dan untuk membayar biaya pesantren sang anak. Namun, Ferdy mengaku heran dengan pengakuan tersebut.”Karena ekonomi, tapi yang saya bingung kenapa untuk bayar pesantren anaknya? Apa tidak ada pekerjaan yang lain,” kata Ferdy.

Dari tangan Richo dan komplotannya, polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 tas warna abu-abu merk MAVIC yang berisikan 1 unit drone DJI MAVIC PRO, pecahan kaca mobil Daihatsu Ayla bernopol B-1025-CMJ, 5 buah mata besi yang digunakan untuk mencongkel kaca mobil, dan pecahan keramik busi.

Comments

comments

Loading...
loading...