Ada 4 Negara di Panggung Indie Season Road to IIMF 2018.

BAGIKAN
Loading...

Indeksnews – Sebelum tampil di IIMF nantinya para musisi akan tampil terlebih dahulu di Indie season road to IIMF yang digelar di Melody Music Bar Lounge Grand Kemang Hotel, indie season road to IIMF.

Gelaran Indie season road to IIMF yang digelar sabtu malam 22 September terasa istimewa atas kehadiran musisi dari 4 negara yaitu Chili, Italia, Colombia dan Belanda yang terbentuk dengan nama Chillburg Project.

Chillburg merupakan band multikultur berganre Ballad asal Belanda yang tergabung dari para mahasiswa yang belajar di sebuah kampus yang ada di Belanda yaitu Tillburg.

The Chilburg Project yang terbentuk pada tahun 2016 ini digawangi oleh Raras (Vokal – Belanda Indonesia), Diego (Basst – Chili), Fred (Gitar – Italia) dan Ayrton (Gitar – Colombia).

Diakui Laras, setiap personil di Chillburg memiliki kemampuan instrumental lebih dari satu.

“Kebetulan masing – masing personil punya kemampuan bermain instrumental lebih dari satu, kayak Ayrton selain gitar dia juga bisa drum, pokoknya kita main tergantung keadaan,” ujar Laras disela Prescon Indie season road to IIMF 2018 di Melody Music Bar Lounge Grand Kemang Hotel Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/18).

Tampil dengan dua lagu covering milik Britney Spears
“Baby One More Time” dan lagi “Be The One” milik Dua Lipa, Chillburg membuka penampilannya. Sebagai informasi, Chillburg akan berkolaborasi dengan musisi Indonesia yaitu akar Bambu dan Culture Project yang memiliki kesamaan genre musik dan misi yang sama.

Kemudian ada penampilan rapper balasteran Jerman Indonesia, Erza Kunze yang menyanyikan dua lagu yaitu “Always” dan lagu karyanya sendiri yaitu “Liquor

Menurut  musisi, rapper dan penulis lagu kelahiran Ottersberg, Jerman 20 November 1993 ini mengusung banyak ganre.

“Kebetulan saya masuk dalam project bernama De La House, soal genre masuknya sih ke hip hop tapi kalau boleh jujur saya genre musiknya gabungan banyak  genre sih, ada bluesnya ada jazznya, dan kebetulan influence musik saya dari kecil banyak genre sih,”ujar Erza.

Ketika ditanya soal tidak dikenal banyak orang karena tidak fokus sama satu genre, Ezra mengatakan tidak masalah karena ia disini hanya ingin berkarya.

“Saya bikin lagu sesuai hati, mengalir aja. Saya gak khawatir karena saya percaya dengan karya saya sendiri. Masalah itu saya gak mikirin sih, berkarya aja,”tambah Erza.

Panggung Indie season road  to IIMF ditutup oleh penampilan The Kardi Jimmo yang terdiri dari dua penyanyi Kadri dan Jimmo (vokal dan komposer), Noldy (gitar), Popo Fauza (kibor dan piano), SoebrotoHarry (bass), dan Iyoen Hayunaji (drums). Namun Sabtu malam, The Kardi Jimmo tampil diiringi home band Melody Music Bar & Lounge karena dikatakan oleh  Jimmo mereka baru mengetahui saat di panggung bahwa mereka harus perform akhirnya The Kardi Jimmo tampil membawakan tiga lagu, “Little Wing”  milik Jimi Hendrix, “We Are The Champion” milik Queen dan “Love of My Life” milik Queen.

The Kadri Jimmo yang baru melepas single “Seandainya Aku Bisa Terbang” di awal tahun 2018 yang merupakan lagu milik Khaitna ini, sedang mempersiapkan single terbaru mereka akan tampil dengan personil lengkap di panggung IIMF mendatang.

Sebelum para musisi tampil, , pengagas Internasional Indie Music  Festival (IIMF) sekaligus owner dari Deteksi Productions, Harry Koko Santoso memberikan sedikit sambutannya. Bahwa acara Internasional Indie Music Festival merupakan sebuah acara yang berada di sebuah acara besar yang bertajuk “Pekan Raya Indonesia” yang   sangat banyak mengakomodir karya – karya anak bangsa kedepannya. Di sana nanti da UKM, Pasar Jongkong (Parjo), Travel Exibitions, kuliner dan lainnya yang akan dimulai pada 27 September – 7 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exibitions (ICE), BSD City, Tanggerang Banten

” Terimakasih pada semua musisi Ada Erza, Chillburg dan Kardi dan Jimmo yang sudah hadir meramaikan Indie season road to IIMF. Di Pekan Raya Indonesia (PRI) IIMF merupakan acara yang berperan besar untuk semua  sama – sama maju. Semoga nanti di PRI teman – teman musisi yang tampil di sini, bersama – sama teman – teman media akan saling mendukung. Musisinya ingin berkarya, media berkarya melalui tulisan – tulisannya. Semoga ini kedepan menjadi musik Indonesia yang lebih baik,”ujar Harry Koko. Seperti apa penampilan para musisi – musisi Indie Indonesia dan  dari 30 negara? Jangan lupa datang ya. (@enny_hdyn).

Comments

comments

Loading...
loading...