Yulmen Yulis: Sektor Ekonomi Rakyat dan UMKM Belum Terkelola Baik

Menurut Yulmen Yulis ada dua persoalan di sektor ekonomi di Kota Padang. “Yakni sektor ekonomi rakyat dan UMKM yang tidak terkelola baik. Ini yang menjadi komitmen saya, bergerak bersama rakyat menuju kesejahteraan masyarakat Kota Padang di Dapil 3,” kata Yulmen.

Maju menuju parlemen bersama PPP, calon anggota legislatif (Caleg) nomor urut 5 daerah pemilihan (Dapil) 3 Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung dan Bungus Teluk Kabung ini akan menggandeng pemuka masyarakat mulai dari RT, RW sampai dengan pemerintah kelurahan untuk melakukan penataan generasi muda.

“Generasi muda yang ada di kelurahan pada Dapil 3 Kota Padang harus dimotivasi untuk berjuang di kehidupan yang begitu keras dan penuh persaingan di era globalisasi,” ujarnya.

Generasi milenial, kata dia, butuh motivasi termasuk dalam mengurangi kenakalan remaja. “Akan kita kembangkan bagi mereka antara lain para tamatan SMA nanti kita beri bermacam metode pelatihan seperti perbengkelan las dan montir mobil,” terangnya.

Selain generasi muda, elemen masyarakat yang juga butuh pengembangan dan pembangunan adalah ibu-ibu rumah tangga.

Untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dan untuk menopang beban biaya rumah tangga, ibu-ibu rumah tangga perlu mendapatkan pelatihan seperti pelatihan menjahit dan sebagainya.

Itu misi yang diusung Yulmen Yulis apabila nanti mendapat amanah dari masyarakat pemilih di dapilnya. Ia menerapkan falsafah jemput bola. “Itu yang harus dilakukan wakil rakyat, jemput bola ke tengah-tengah masyarakat,” menurut dia.

Ekonomi masyarakat terhambat tumbuh antara lain menurutnya karena semua itu tidak didapat padahal masyarakat sangat membutuhkan bimbingan-bimbingan itu.

Kata Yulmen, untuk mencapainya, dapat melalui jalur dana pokok pikiran (pokir). “Kalau saya terpilih,” kata Yulmen, “Amanah yang diberikan oleh masyarakat sebagai wakil dari Dapil 3, akan saya kembalikan dengan pola program seperti itu.”

Di tengah masyarakat, Yulmen lebih dikenal dengan sapaan akrab Om Men. Ia mengatakan tertarik bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan yang dikomandoi oleh Maidestal Hari Mahesa di Kota Padang karena ada kesamaan visi dengan partai tersebut dalam hal ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut  Direktur CV Cahaya Anugrah ini, garis perjuangan yang akan dituangkan dalam programnya ke depan, sesuai dengan kapasitasnya selaku entrepreneur (pengusaha). Ia bertekad membawa daerah yang diwakilinya menuju kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan taraf hidup, sumber pendapatan, daya beli dan investasi.

“Persoalan klasik menyangkut ekonomi, seperti daya beli, inflasi, tenaga kerja dan lapangan kerja serta iklim investasi, inilah yang menjadi kepentingan saya sebagai bagian dari masyarakat,” kata Yulmen Yulis.

Semua sumber daya kata pria kelahiran Solok 10 Juli 1970 ini Kota Padang harus memiliki visi ekonomi. Dia mencontohkan Kota Pekanbaru sebagai kota yang bergerak pada sektor industri yang memiliki letak strategis dan SDM masyarakat yang handal, menjadi daerah transit dan tujuan yang ditopang oleh pengelolaan ekonomi yang baik.

Begitu pula di daerah ini, persoalannya hanya adalah ekonomi rakyat dan UMKM yang harus dikelola dengan baik.

“Perjuangan saya di legislatif berbeda. Sesuai dengan trias politika, legislatif memiliki tiga fungsi. Selain fungsi anggaran dan pengawasan, juga ada fungsi kontrol untuk melahirkan pemerintahan yang baik. Paling tidak apa yang ditawarkan eksekutif saya bisa mengontrol apakah sudah tepat guna, karena yang lebih tahu itu adalah legislatif yang memiliki konstituen,” paparnya.

Oleh karenanya legislatif harus menguasai persoalan di masyarakat untuk dapat memperjuangkan nasib rakyatnya.

Pria yang akrab disapa Om Men ini mengaku sudah turun menemui masyarakat di tiga daerah dalam dapilnya yakni Lubuk kilangan, Lubuk Baguang dan Bungus Teluk Kabung  untuk melihat persoalan di daerah tersebut.

Khusus untuk Dapil 3 Padang mengakui sudah memahami masalah yang ada. “Tidak ada sektor produktif yang terbangun, karena belum ada affirmative action dari pemerintah untuk menggali sesuatu yang dapat membangkitkan iklim investasi, seperti regulasi, permodalan, dan SDM,” imbuhnya. (*)

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...