Peluncuran Roket Gagal, Dua Astronot AS dan Rusia Terhempas ke Bumi dan Selamat

BAGIKAN
Dua astronot selamat, setelah secara dramatis gagal dalam peluncuran ke Stasiun Luar Angkasa Internasional ketika roket Soyuz Rusia yang membawa mereka ke orbit rusak pada kecepatan 4.970mph.

Asronot Amerika Nick Hague dan kosmonot Aleksey Ovchinin dari Rusia terpaksa membatalkan misi mereka di ruang angkasa, ketika berada di ketinggian sekitar 50km (164.000 kaki).

Mereka mendarat dengan selamat di Kazakhstan setelah masuk kembali ke bumi dengan kecepatan balistik, dengan kekuatan gravitasi mencapai 7G.

Rekaman video dari peluncuran di Baikonur Cosmodrome menunjukkan segumpal besar asap yang berasal dari roket pada saat itu mengalami kegagalan dan cuplikan video memperlihatkan dari dalam kapsul kedua angkasawan terguncang keras.

Roket pendorong sekunder gagal sesaat setelah roket itu meledakkan empat roket pendorong pertamanya pada tahap pertama pemisahan di ketinggian 164.000 kaki di atas Bumi sebelum roket memasuki orbit.

Kedua astronot berhasil memulai prosedur darurat dan mengarahkan kapsul mereka kembali ke Bumi.

Tim pencari dan penyelamat bergegas ke lokasi touchdown karena NASA mengungkapkan terjunnya pesawat ruang angkasa Soyuz MS-10 buatan Rusia itu membuat pendaratan sudut yang lebih tajam dibandingkan dengan normal.

Kegagalan misi ini setelah beberapa minggu ditemukan lubang di Stasiun Luar Angkasa Internasional di tengah pembicaraan dari pihak berwenang ruang angkasa Rusia tentang adanya sabotase yang disengaja.

Rusia menangguhkan penerbangan Soyuz ke stasiun luar angkasa sementara mereka menyelidiki penyebab kegagalan booster.

Soyuz adalah satu-satunya cara untuk membawa orang ke stasiun luar angkasa pada saat ini tetapi para pejabat sangat yakin astronot saat ini ada di stasiun ruang angkasa masih memiliki persediaan yang cukup.

Nick Hague dari NASA dan Aleksey Ovchinin dari badan antariksa Rusia berangkat untuk misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional Kamis, peluncuran dengan dua orang ini relatif langka.

Seorang juru bicara NASA mengatakan bahwa tim penyelamat kini berhasil menemukan kedua angkasawan yang terhempas ke bumi tersebut dan dikeluarkan dari kapsul dan berada dalam kondisi ‘baik’.

Mesin pendaratan pesawat dan sistem parasut bekerja normal meskipun ada G-force yang sangat besardalam pendaratan tersebut.

Tak lama setelah kru penyelamat dan pasukan terjun payung dilarikan ke tempat pendaratan darurat di padang tandus Kazakh untuk memberikan dukungan bagi para awak.

NASA telah mengeluarkan tweet mengkhawatirkan pada Kamis pagi,“Ada masalah dengan booster dari peluncuran hari ini. Tim telah melakukan kontak dengan kru.”

Kosmonot Alexander Volkov berkomentar: “Mereka beruntung tetap hidup. Mereka telah mencapai ketinggian yang bagus sehingga memungkinan untuk turun ke bumi dalam kapsul mereka.”

Roscosmos, badan antariksa nasional Rusia, dan NASA mengatakan booster tiga tahap Soyuz mengalami pemadaman darurat selama tahap kedua peluncuran.

“Terima kasih Tuhan, para kru masih hidup,” kata juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, kepada wartawan ketika dipastikan bahwa para awak pesawat telah mendarat dengan selamat.

Badan antariksa NASA dan Rusia Roscosmos mengatakan para astronot berada dalam kondisi baik setelah kapsul mereka mendarat sekitar 20 kilometer (12 mil) timur kota Dzhezkazgan di Kazakhstan.

Mantan pilot militer Ovchinin dan Nick Hague rencananya akan bergabung dengan Alexander Gerst dari European Space Agency, Serena Aunon-Chancellor dari NASA dan Sergey Prokopyev dari Roscosmos menyusul penerbangan enam jam yang gagal tadi.

Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah titik kerjasama yang langka antara Moskow dan Washington yang telah mengorbit Bumi pada sekitar 28.000 kilometer per jam sejak tahun 1998 dan akan menandai ulang tahunnya yang ke-20 pada bulan November. (*)

Comments

comments

Loading...
loading...