Elektabilitas PDI Perjuangan Tertinggi, PKS dan PAN Terancam Gagal ke Senayan

Tiga parpol besar yang kini mengusung Prabowo terancam gagal melewati ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Partai Demokrat yang sebelumnya memiliki elektabilitas yang cukup baik kini justeru tingkat keterpilihannya hanya 3% sama dengan PKS juga memiliki elektabilitas 3%. Sementara PAN lebih parah dengan elektabilitas hanya 1,6%.

Berdasarkan hasil survei Populi Center yang dipublikasikan pada Rabu (24/10/2018). PDI Perjuangan yang terancam dengan berbagai isu justeru berada di puncak dengan elektabilitas 15,1%, kemudian disusul oleh Gerindra dengan angka 11%. PKB dan Golkar masing-masing meraih 10,3% dan 10,2%, Sementara NasDem berada di posisi yang cukup aman 4,2%.

Menurut Populi Center, hanya lima parpol yang elektabilitasnya melewati ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen. Sementara 11 parpol lain posisinya belum aman untuk lolos ke DPR periode 2019-2024 mendatang.

Inilah parpol yang posisinya belum aman, yaitu: Partai Demokrat: 3%, PKS: 3%, PPP: 2,7%, PAN: 1,6%, Hanura: 1%. Bahkan ada yang tak sampai 1 persen, yaitu: Perindo: 0,8%, Garuda: 0,5%, PSI: 0,3%, PBB: 0,2%, Berkarya: 0,1%, dan PKPI: 0,0%

Direktur Eksekutif Populi Center, Usep S Ahyar mengatakan parpol-parpol yang di bawah 1 persen berpotensi tidak masuk parlemen karena berada di bawah ambang batas parliamentary threshold sebesar 4 persen.

Sementara elektabilitas PKB naik dengan cukup signifikan dengan 10,3 persen, karena menurut Usep hal itu terjadi lantaran PKB diuntungkan efek ekor jas (coattail effect) karena mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

“Pak Ma’ruf banyak diasosiasikan ke PKB, mengingat anak Ma’ruf Amin, Siti Ma’rifah juga PKB. Ma’ruf Amin juga mantan Rois Syuriah NU yang dekat dengan PKB. Kedua, PKB relatif solid, tidak ada konflik belakangan ini,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

BACA JUGA:  Lima Paslon Ini Akan Bertarung di Pilwalkot Binjai

Rendahnya elektabilitas tiga partai besar pengusung Prabowo-Sandiaga yakni Demokrat, PKS dan PAN. Usep mengatakan, hal itu disebabkan ketiga partai itu tak signifikan mendapatkan efek ekor jas sebab Prabowo-Sandi identik dengan Gerindra.

“Yang mendapatkan efek ekor jas lebih banyak adalah partai pengusung utama yang diasosiasikan kepada tokoh tersebut. Misal Jokowi asosiakan ke PDIP, Ma’ruf Amin ke PKB. Prabowo dan Sandi ke Gerindra,” ujarnya.

Survei yang dilakukan Populi Center ini pada 23 September-1 Oktober 2018 dengan 1.470 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Survei memiliki margin of error 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...