Merpati Kembali Terbang dengan Pesawat MC-21 dari Rusia

Setelah Merpati Nusantara Airlines mendapat komitmen suntikan dana dari investor senilai 6,4 triliun, berencana akan kembali terbang. Namun, maskapai yang sudah cukup lama tidak beroperasi ini akan menggunakan pesawat komersial yang dirakit oleh Irkut Corporation dengan jenis MC-21.

Manajemen Merpati tidak menggunakan Airbus atau Boeing yang pada umumnya digunakan oleh pesawat komersial di Indonesia. Irkut Corporation adalah produsen pesawat asal Rusia yang memproduksi berbagai jenis pesawat seperti pesawat tempur, pesawat komersial dan pesawat latih.

Dikutip dari laman perusahaan, Irkut Corporation adalah produsen pesawat Rusia, anggota United Aircraft Corporation (UAC). Perusahaan ini dikenal sebagai produsen dari pesawat Su-30 Sukhoi.

Dan inilah kehebatan MC-21 ini jika dibandingkan dengan kompetitornya, seperti Boeing 737 atau Airbus 320. The Irkut MC-21 adalah pesawat jet bermesin ganda untuk penerbangan jarak menengah dengan kapasitas 150-212 penumpang.

Pesawat ini diproduksi untuk bersaing dengan Airbus A320 dan Boeing 737 MAX dan menggantikan sisa era Soviet Yakovlev Yak-42, Tupolev Tu-134, Tupolev Tu-154, dan pesawat Tupolev Tu-204/214.

Pesawat MC-21 diciptakan dalam dua jenis, yaitu MC-21-300 dengan kapasitas 160 – 211 tempat duduk penumpang dan MC-21-200 untuk 130 – 176 tempat duduk penumpang. Dalam pembuatan MS-21, pesawat ini menggunakan solusi-solusi teknis aerodinamika, mesin penggerak, serta material konstruksi yang terdepan.

Pesawat tipe ini ditujukan untuk fokus pada salah satu segmen pasar paling ramai di dunia. Mesin dan pesawat terbang buatan Rusia ini harus mampu menghadapi persaingan keras dengan produk pesawat terbang jarak menengah lainnya, seperti Boeing-737 buatan AS dan Airbus A-320 buatan Eropa, yang menjadi pemimpin dalam bisnis aviasi penumpang dunia saat ini.

Dalam pembuatan MC-21, pesawat ini menggunakan solusi-solusi teknis aerodinamika, mesin penggerak, serta material konstruksi yang terdepan. Selain itu, sistem pesawat generasi terbaru dari segi kenyamanan penumpang juga digunakan dalam pesawat ini. Para pemesan potensial akan ditawarkan dua jenis sistem tenaga penggerak pesawat, yaitu mesin penggerak buatan Rusia PD-14 atau menggunakan mesin buatan asing PW1400G.

Selain itu, MC-21 akan menggunakan sayap “hitam” (dibuat dari material komposit) yang memberikan pesawat ini kemampuan terbang yang apik dan menurunkan beban pesawat akibat massanya sendiri.

Badan pesawat ini memiliki diameter yang lebih besar, yang tidak hanya memberikan kemampuan untuk menambah ruang bagi bagasi di bagian bawah, tetapi juga memberikan maskapai udara lebih banyak pilihan untuk optimasi pemanfaatan dimensi ruang — memperlebar bantalan kursi atau memperlebar jalan koridor.

Hal ini dinilai mampu meningkatkan tingkat kenyamanan bagi para penumpang karena tata letak ruang kabin akan membuat bagian dalam pesawat lebih nyaman, kompartemen bagasi, jendela, serta jalan koridor pun akan lebih besar. Hal ini pun menambah kecepatan arus keluar-masuk penumpang sehingga maskapai dapat menghemat hingga dua juta dolar AS per tahunnya berkat tingginya arus mobilisasi pesawat di bandara.

Sumber: Russia Beyond

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...