Usai Ditangkap KPK Bupati Pakpak Bharat Segera Dipecat dari Demokrat

BAGIKAN
Peristiwa penangkapan Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Medan, Minggu (18/11/2018) dini hari, karena terlibat kasus suap mengundang reaksi dari Partai Demokrat.
Loading...

Remigo merupakan Bupati Pakpak Bharat periode 2015-2020 sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat. Namun, DPP Partai Demokrat hingga kini belum menerima laporan dari DPD Demokrat Sumatera Utara terkait ditangkapnya Remigo karena diduga menerima suap. DPP menghormati proses hukum yang berjalan bagi Remigo.

“Kami tentu prihatin, karena yang bersangkutan tercatat sebagai kader kami dan Ketua DPC Pakpak Bharat. Kami menghormati proses hukum dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari KPK,” kata Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, dalam keterangannya, Minggu (18/11/2018).

Setiap kader Partai Demokrat yang maju pencalegan maupun Pilkada, menurut Imelda sudah menandatangani pakta integritas, termasuk menghindari praktik korupsi. Apabila Remigo terbukti melakukan korupsi, maka dia harus siap menerima sanksi yakni dipecat dari partai.

“Sanksi pemberhentian bisa dilakukan Dewan Kehormatan Partai apabila seorang kader melakukan tindakan korupsi dan melanggar pakta integritas,” ujar Imelda.

Diberitakan sebelumnya, Remigo ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pakpak Bharat. KPK juga mengamankan lima orang lainnya dalam OTT yang berlangsung di Medan dan Jakarta. Nilai suap Remigo mencapai ratusan juta rupiah.

Comments

comments

Loading...
loading...