Nama Anggota DPR yang Malas Hadir Paripurna Perlu Dipublikasikan

Pada diskusi Populi Center dan Smart FM Network yang membahas ‘Mengapa Anggota DPR Malas?’ di Jakarta Pusat, sabtu (24/11/2018) terungkap masih banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) malas menghadiri rapat paripurna.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan, ini perlu diberikan sanksi. Salah satunya dengan cara tidak kembali dipilih pada Pemilu mendatang.”Memang sanksi yang paling efektif itu adalah ketika di Pemilu berikutnya anggota DPR tersebut tidak didukung lagi atau tidak dipilih,” ujar Bara.

Sementara, Peneliti Ilmu Politik LIPI, Syamsudin Haris, menegaskan nama-nama anggota yang malas menghadiri rapat paripurna perlu dipublikasikan pada media massa. “Diumumkan di ruang publik, negara mesti mempublikasikan. Di surat kabar, kalau tidak ada itu tidak sanksi tidak ada efek jera,” tegas Syamsudin.

BACA JUGA:
Titiek Soeharto: Sudah Saatnya Indonesia Kembali Seperti Masa Pemerintahan Soeharto
Prabowo Sebut 55 Persen Warga Indonesia Buta Huruf
Persepsi Masyarakat Terhadap Jokowi di Sumbar dan Aceh Masih Buruk

 

Syamsudin Haris menilai kehadiran anggota DPR sangat penting. Bukan hanya menuangkan ide, namun kehadiran secara fisik perlu dilakukan.”Ini penting sekali, untuk mengingatkan bagaimana manajemen kehadiran itu sangat penting,” ujar Syamsudin.

Tidak masuk akal apabila para anggota dewan beralasan tidak hadir saat rapat lantaran mendengar aspirasi dari daerah pemilihan. Syamsudin mengatakan, seharusnya para anggota bisa berkomunikasi dengan mudah menggunakan media lain tanpa harus terjun ke lapangan.

“Lalu apa masalahnya komitmen itu bagi saya masih rendah. Komitmen setiap anggota pada tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat,” kata Syamsudin.

BACA JUGA:  Lima Paslon Ini Akan Bertarung di Pilwalkot Binjai

Syamsudin juga menyorot persoalan sistem penjaringan kader partai politik, dia mengatakan untuk bisa menjadi wakil rakyat harus diperketat, agar kualitas kader partai yang diusung sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat bisa lebih berkualitas.

Sistem penjaringan calon legislatif saat ini menurut Syamsudin seperti pasar bebas, maka tidak heran banyak anggota DPR malas ikut rapat. Kondisi ini menurutnya harus diubah agar kualitas anggota MPR, DPR, DPD dan DPRD bisa lebih baik.

“Bagaimana cara kita mendapatkan anggota legislatif yang memiliki passion atau merasa terpanggil sebagai legislator kalau mekanisme pencalonan legislasi ini semacam pasar bebas. Enggak masuk akal,” pungkas Haris.

POLLING:
Siapa Calon Anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 Pilihan Anda ?
Siapa Calon Anggota DPR RI Dapil Sumbar 2 Pilihan Anda ?
Siapa Anggota DPR RI DKI Jakarta Pilihan Anda di Dapil 1
Siapa Anggota DPR RI DKI Jakarta Pilihan Anda di Dapil 2
Siapa Anggota DPR RI DKI Jakarta Pilihan Anda di Dapil 3
Siapa Anggota DPR RI Jawa Barat Pilihan Anda di Dapil Jawa Barat VII
Siapa Anggota DPR RI Jawa Barat Pilihan Anda di Dapil Jawa Barat VIII
Siapa Anggota DPR RI Banten Pilihan Anda di Dapil III
Siapa Calon Anggota DPR RI Dapil Riau 1 Pilihan Anda?
Siapa Calon Anggota DPR RI Dapil Riau 2 Pilihan Anda?

 

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...