Penggunaan Anggaran Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Tidak Sesuai Fakta

Terkait ditemukan adanya indikasi kuat penggunaan anggaran acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia tidak sesuai fakta disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan, di Jakarta, Sabtu (24/11/2018)

Adi mengatakan, temuan itu merupakan hasil dari pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Adanya indikasi mark-up atau atau penambahan harga pada laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana kegiatan tersebut.

“Kami menemukan ya, penggunaan anggaran tidak sesuai fakta. Kemudian LPJ, itu di-mark-up,” ujar Adi.

Adi menuturkan, pihak kepolisian hingga saat ini masih terus berkoordinasi dengan BPK untuk mencari tahu berapa jumlah pasti kerugian yang muncul. Adi pun menyebut pihaknya membantu dengan menyampaikan bukti-bukti.

“Potensi kerugian negaranya ada, hanya saat ini kami ingin menghitung berapa riilnya. Yang menghitung siapa? nanti BPK. Kita hanya menyampaikan bukti-buktinya saja,” ujar Adi.

BACA JUGA: Prabowo Sebut 55 Persen Warga Indonesia Buta Huruf

Adi juga menekankan, pihaknya memiliki bukti kuat dalam kasus ini sehingga akhirnya kasus sudah naik ke tahap penyidikan. Meskipun demikian, Adi belum mau merinci apa saja barang bukti tersebut.

“Ada, ya. Saat ini kami hanya mendapatkan dokumen-dokumen itu, bukti-bukti dan keterangan para saksi,” ujar Adi.

Polisi mengusut kasus ini berdasarkan laporan yang diterima polisi sekitar dua pekan yang lalu. Setelah didalami penyidik menemukan adanya kerugian negara dalam kegiatan yang menggunakan dana Kemenpora Tahun anggaran 2017 itu.

Adi juga menjelaskan, ada tiga orang yang dipanggil polisi sebagai saksi. Termasuk pihak internal Kemenpora Abdul Latif, panitia kegiatan dari GP Ansor, Safarudin dan ketua panitia kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

Bagaimana Saya Menghasilkan Rp.1.163.5000.000 untuk Membeli Mobil Impian Hanya dalam Empat Bulan Saja

Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia adalah inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

“Ini inisiatif Menpora, supaya jelas dan liput dengan lengkap supaya tidak parsial,” ungkap Dahnil usai jalani pemeriksaan dugaan korupsi dana kegiatan tersebut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

BACA JUGA:
Grace Natalie: Agama Telah Dilacurkan untuk Kepentingan Politik
Titiek Soeharto: Sudah Saatnya Indonesia Kembali Seperti Masa Pemerintahan Soeharto
Mahfud MD: Hukum Syariah Tidak Perlu Dirancang Menjadi Perda
Tidak Ada Pihak Ingin Menjatuhkan Rizieq Melalui Operasi Intelijen

Comments

comments

Loading...