Sosok Patriot Muslim menuju DPRD Provinsi DKI Jakarta

Patriot Muslim, sosok anak muda kelahiran 7 Mei 1991 ini dikenal atas kiprahnya sebagai aktivis sekaligus politikus. Lulus pendidikan S1 dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan tugas akhir berjudul “Gaya Bahasa pada Slogan Sepuluh Partai Politik Peserta Pemilu 2012 di Belanda: Suatu Tinjauan Semantis”. Semasa menjadi mahasiswa dikenal aktif mengadvokasi kasus pelanggaran HAM masa lalu dan berbagai isu lainnya.

“Ya memang betul kawan-kawan dan saya pernah ikut mengadvokasi kasus pelanggaran HAM masa lalu, karena banyak kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas hingga saat ini dan para korbannya belum mendapat keadilan,” ujar Patriot. Lebih lanjut Patriot juga menjelaskan beberapa isu lain yang pernah diadvokasi bersama kawan-kawan seperjuangannya, antara lain penggusuran pedagang, aksesbilitas pendidikan, dan lain-lain.

Patriot memang memiliki banyak pengalaman organisasi. Pernah menjadi Kepala Divisi Aksi Strategis di BEM UI, saat organisasi tersebut dinakhodai oleh Faldo Maldini tahun 2012. Selain itu Patriot juga pernah menjadi kader sekaligus pengurus HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), sebuah organisasi mahasiswa Islam terbesar dan tertua di Indonesia. “Saya suka berorganisasi sejak dulu karena banyak soft skills yang bisa kita pelajari di organisasi dan tidak bisa didapat di ruang kelas,” kata Patriot.

Sempat bekerja sebagai Asisten Komisioner Panwaslu Kota Depok. Selepas lulus kuliah, Patriot tetap melanjutkan hobi berorganisasinya dengan menjadi Community Network Manager untuk IYFREE (Indonesia’s Youth Forum for Renewable Energy and Energy Efficiency), sebuah organisasi anak muda yang didukung penuh oleh Kementerian ESDM untuk mengampanyekan penggunaan energi terbarukan dan gerakan hemat energi. “Setelah Pak Jokowi jadi Presiden, saya dan beberapa kawan terharu ada itikad serta kerja serius dari pemerintah untuk wujudkan target energi sebesar 35.000 megawatt. Makanya saat itu saya ikut ambil bagian dalam perjuangan tersebut,” pungkasnya.

Tahun 2017 ia mendirikan wargamuda.com untuk menjadikan gagasan dan aspirasi anak muda sebagai arus utama dalam menghadapi peristiwa bonus demografi. Pada tahun 2017 pula dirinya memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta maju sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2019-2024 dari daerah pemilihan DKI 6 yang meliputi Kecamatan Ciracas, Kecamatan Cipayung, Kecamatan Makasar, dan Kecamatan Pasar Rebo. Patriot menganggap perlu adanya persiapan bagi warga Jakarta dalam menghadapi peristiwa bonus demografi atau ledakan jumlah penduduk usia produktif. Persiapan yang dimaksud antara lain meliputi bidang pendidikan dan lapangan kerja.

“Dalam banyak kesempatan saya sering bilang, peristiwa bonus demografi ini seperti pisau bermata dua. Penduduk usia produktif yang jumlahnya besar itu bisa bermanfaat untuk menggerakan roda perekonomian kalau dipersiapkan secara serius, tapi kalau tidak dipersiapkan secara serius, ya bakal jadi beban dan malapetaka,” tutup Patriot.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...