Geliat Persaingan Karya Dan Budaya Di ASPaC Indonesia Awards

Indeksnews – Penyelenggaraan ASPaC (Asia Students Package Design Competition) Indonesia Awards baru saja rampung di awal November 2018. Para siswa Indonesia telah mengirimkan karyanya untuk ikut serta dalam lomba desain kemasan yang digagas oleh The Japan Foundation dan Japan Package Desain Association (JPDA).  Diawali hanya dengan peserta dari Korea dan Jepang, lomba desain kemasan yang sudah berlangsung sejak tahun 2012 lalu ini kini diikuti oleh 10 negara di Asia. Indonesia baru ikut sejak tahun 2014.

Bertujuan untuk mengembangkan kemampuan para mahasiswa Asia agar memiliki keahlian di bidang konstruksi dan desain kemasan serta siap terjun di industri desain global, ASPaC menggelar kompetisi desain kemasan per-wilayah negara untuk kemudian diperlombakan lagi di tingkat Asia. Melalui kegiatan ini ASPaC bertujuan menghubungkan potensi-potensi di Asia melalui lembaga desain, lembaga pemerintahan di masing-masing negara, para pendidik dan universitas, serta perusahaan-perusahaan terkait secara bersama-sama.

ASPaC Indonesia Awards

ASPaC Indonesia Awards yang ke-4 di tahun 2018 ini menelurkan lebih banyak karya-karya berkualitas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentu tidak lepas dari peran para mentor yang hadir membimbing para peserta mulai dari kegiatan workshop, pengenalan desain kemasan di berbagai kampus di Indonesia, hingga perbaikan mutu ketika karya-karya tersebut berhasil terpilih menjadi finalis yang akan diikutsertakan pada kompetisi final di Tokyo, Jepang. Melengkapi kegiatan ASPaC di Indonesia, diselenggarakan pula workshop di berbagai universitas dan juga forum pertemuan antara perusahaan-perusahaan di bidang terkait dan lembaga desain untuk meningkatkan pemahaman dan bertukar wawasan antar perusahaan, pelaku industri desain, mahasiswa, serta lembaga pendidikan.

2018 ASPaC Awards di Tokyo

Pada awal Desember 2018 ASPAC Awards baru saja dilangsungkan di Good Design Marunouchi, Tokyo. Para finalis dari 10 negara (China, Taiwan, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Jepang) diundang ke Tokyo dan hadir memenuhi ruangan bersama  juri yang juga khusus dihadirkan dari berbagai negara . Ketua tim juri adalah Fumi Sasada (ASPaC Association Chairman, Bravis International ltd. President), sementara anggota tim juri antara lain Takashi Fujita (Japan Package Design Association) dan Takaki Mori (JPDA Director, Design Force Co. Ltd. President) serta para juri dari 9 negara lainnya.

Tahun ini Taiwan menjadi negara yang paling bersemangat dan menerima lebih dari 1000 peserta sementara Indonesia pun mengalami kemajuan yang pesat menjadi 328 peserta. Kesepuluh negara peserta telah menyelenggarakan proses penjurian tahap awal di negara masing-masing.

Karya para finalis dinilai dari berbagai sisi seperti kesesuaian dengan tema, konstruksi, desain visual, teknologi, serta aspek marketing. Tema tahun ini adalah ‘Inovasi’ dan ASPaC mencari karya yang dapat memukau dunia melalui kemasan inovatif serta kreatif sebanyak  4 pemenang dan 15 peraih penghargaan lainnya.

Berbagai karya finalis berupa kemasan untuk snack, minuman, makanan, kosmetik & peralatan mandi, peralatan tulis, produk obat-obatan, elektronik dan lain-lain masuk dalam klasifikasi ini dan memaksa tim juri menyaring dan memberikan nilai yang memenuhi kriteria untuk memperoleh hadiah uang tunai sejumlah hampir 1 juta yen plus berbagai hadiah menarik lainnya.

Grand Prize, Gold Prize, Silver Prize dan Bronze Prize adalah peraihan tertinggi dalam kompetisi ini. Selain itu ada juga penghargaab lain dari para sponsor seperti; Suntory Award, DNP Award, Fuji Seal Foundation Award, Ajinomoto Award, The Japan Foundation Prize, ASPaC Chairman’s Prize, JPDA Prize, Company Awards dan Merit Awards. Grand Prize tahun ini diraih oleh mahasiswa asal Thailand dengan karya berupa kemasan botol obat warna-warni dengan desain dan fungsi yang sangat menarik untuk anak-anak https://www.instagram.com/aspac_award/?hl=en

Prestasi siswa Indonesia di ajang internasional

Saat ini Indonesia belum meraih penghargaan tertinggi namun sudah memenuhi syarat untuk meraih penghargaan lainnya.

Berikut list nama peserta Indonesia yang berhasil meraih penghargaan dalam malam ASPaC Awarding Ceremony 2018 di Bunkyo Civic Hall, Tokyo, Jepang.

Fuji Seal Foundation Award : Clara Chrysilla – STMJ “Sooper Food” dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

DNP Award : Angela Merici Diah Larasati & Maharani Yasmin – POHACI dari Binus Northumbria School of Design

Japan Foundation Award : Laras Zita Tedjokusumo – PÈTIS dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN)

Honorable Award : Muhammad Iqbal Firdaus – YUMMEAL dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

Para pemenang penghargaan ASPaC ini juga mengambil bagian dalam kunjungan perusahaan yang diatur secara khusus di mana mereka belajar tentang pentingnya desain sambil memperdalam pemahaman mereka tentang budaya dan kegiatan perusahaan. Dari kunjungan ini diharapkan akan ada interaksi pertukaran pikiran dan budaya di atara anak-anak muda bertalenta global juga dengan perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya.

Comments

comments

Loading...
loading...