Anna Mariana dan Komunitas Tekstil Tradisonal Indonesia (KTTI) Perjuangkan Tanggal 7 September Jadi “Hari Tenun Nasional”

Indeksnews – Dalam rangka Pelestarian dan Menyelamatkan Aset Budaya bangsa, Dr.Anna Mariana, S.H,M.H, selaku ketua panitia acara Deklarasi Hari Tenun Nasional sekaligus sebagai Dewan Pembina Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia (KTTI) perjuangkan Hari Tenun Nasional.

Hal ini diutarakannya saat acara forum diskusi dalam rangka Deklarasi Hari Tenun Nasional pada Kamis 24 Januari 2019 di Museum Tekstil, Jakarta Pusat.

“Karena wujud keperdulian kita terhadap kebudayaan tradisional Indonesia. Kedua Menyelamatkan dan melestarikan budaya Indonesia. Kalo kita tidak melestarikan siapa lagi, kalau di klaim negara lain bagaimana. Itu yang harus kita pikirkan, hak cipta sebuah warisan negara,”ungkap Anna Mariana di sela diskusi di Museum Tekstil Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/19).

“Yang kita perjuangan adalah para pengerajin – pengrajin tenun, saya memahami para pengrajin tenun Indonesia. Mereka Ini salah satu aset negara yang membawa nama baik Indonesia di dunia Internasional dan dalam rangka mempertahankan sandang untuk dijaga agar tidak punah,”tambahnya.

Dr. Mariah Woworuntu, selaku Sekjen Traditional Textile Art Society of South East Asia -ASEAN (TTASSEA) menyebut tenun khas Indonesia berbeda dengan yang ada di negara lain. Setiap lembar tenun  di Indonesia dibuat dengan falsafah.

“Baik falsafah warna, motif, dan ukuran. Dan lebih istimewa, proses pembuatan tenun sendiri, memperlihatkan  kedekatan hubungan dengan Tuhan, Manusia dan lingkungan.”ujarnya

“Kain tenun di beberapa tempat Indonesia digunakan di saat-saat  khusus, Kita diupacarai dengan kain tenun dari sebelum kelahiran hingga kematian. Yang semuanya  memiliki arti dan harapan bagus. Ada untuk keselamatan, perlidungan, rejeki dan lain-lain.”tambahnya

Menurut Anna Mariana, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian dan pengakuan akan keberadaanya, karena hal ini telah diamanatkan dalam UUD 1945 (Amandemen II) Pasal 18B ayat (2) dan Pasal  28C ayat  (2),UUD 1945 Pasal 28 ayat  (3), Pasal 32 ayat (1), Pasal 33, dan UU  Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan RI. Bentuk dari perhatian pemerintah itu, adalah dengan menetapkan adanya peringatan hari Tenun Nasional.

Hari Tenun Nasional ditetapkan pada tanggal 7 September berkaitan dengan sejarah diresmikannya Sekolah Tenun  pertama di Indonesia, pada tanggal 7 September tahun 1929  oleh dr.Soetomo di Surabaya.

“Sebelum penetapan tanggal, kita juga telah  melakukan justifikasi akademis dan sejarah, yang akhirnya menemukan sebuah sejarah, yang jarang diungkap, bahwa Indonesia pada 1929 pernah  mendirikan sekolah tenun,”kata Anna

“Betapa penting bagi kita untuk mendukung  pelestarian budaya Indonesia sendiri, merupakan kewajiban dan keterpanggilan kita semua yang mau menghargai budayanya sendiri,” sambung Anna Mariana.

“Kini giliran wastra Tenun untuk kita perjuangkan bersama dan diperingati secara Nasional. Alhamdulillah perjuangan kita bersama disambut baik oleh Bapak Presiden Joko Widodo, insha Allah beliau  akan menandatangani dan menetapkan tanggal 7 September sebagai Hari Tenun Nasional. Penetapan ini akan dideklarasikan pada Minggu 24 Februari 2019,”ungkap Tengku Ryo Rizqan dari KTTI.

Selain Anna Mariana  Dr.Mariah Woworuntu, Tengku Ryo Rizqan sebagai Nara sumber diskusi terbuka ini juga di hadiri para undangan para pemerhati dan pejuang Wastra Nusantara. Dimana acara ini didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, Museum Tekstil, Museum Kebangkitan Nasional, KTTI, juga sejumlah pelajar dan mahasiswa. (@ennay_hdyn).

Comments

comments

Loading...
loading...