Kekuatan Gempa Nomor Satu di Indonesia Diwaspadai Akan Terjadi di Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat menduduki peringkat pertama zona bahaya gempa bumi di Indonesia. Disebutkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, bahwa hasil dari pemantauan dan analisis, tercatat sebanyak delapan zona kegempaan di Indonesia yang harus diwaspadai.

Dwikorita menegaskan, zona yang harus diwaspadai, adalah zona yang relatif jarang terjadi gempabumi, namun menyimpan energi yang cukup besar suatu saat dikhawatirkan akan terlepas dengan kuat.

“Zona di Mentawai menjadi nomor satu dari semua yang harus diwaspadai. Pertimbangannya itu termasuk dari analisis yang dilakukan oleh peneliti kegempaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),” kata Dwikorita di Padang, di kutip dari VIVA, Rabu (6/2/2019).

Analisis ini menurut Dwikorita, tidak saja dari hasil dari analisis yang dilakukan oleh peneliti kegempaan LIPI, namun juga ada analisis dan pertimbangan dari ahli Geologi dan Gempabumi Danny Hilman Natawijaya, yang mengatakan zona Mentawai sudah sangat labil atau pecah energinya tahun ini. Untuk itu, Zona Mentawai menjadi fokus prioritas BMKG saat ini, sekalipun ada zona lain seperti di Sulawesi.

“Mentawai ini saatnya sekitar tahun-tahun ini melepaskan energinya. Zona Mentawai menjadi fokus prioritas meski ada zona lain seperti Sulawesi. Namun, sebagian energi zona di Sulawesi sudah lepas dan mungkin hanya berjaga-jaga di sekitar kurang lebih 50 tahun kedepan,” ujar Dwikorita.

Lebih dari 10 stasiun sudah dipasang oleh BMKG untuk pengamatan seismik di wilayah Sumatera Barat. Stasiun ini, juga akan memantau patahan di Megathrust Mentawai. Sekalipun fokus dengan zona Mentawai, Dwikorita juga memastikan segmen patahan Semangko yang berada di daratan Pulau Sumatera juga sudah dipasang alat khusus sebanyak lima unit.

BACA JUGA:  Militer Tiongkok Masuki Perbatasan Hong Kong

“Kami tetap memantau patahan Semangko ini, karena itu ada di darat sekalipun Magnitudonya tidak sebesar di Mentawai. Tapi dari pemetaan di tanah tempat kita berpijak. Jadi kerusakan kemungkinan cukup besar,” pungkasnya.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...