Yanto Sari Pencipta Lagu ‘SMS’ Ternyata Sudah 10 Tahun Kosumsi Narkoba

BAGIKAN
Yanto Sari, pencipta lagu asal Minang ini diciduk petugas akibat penyalahgunaan narkoba. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono bahwa musisi dan pencipta musik ini, sudah 10 tahun menggunakan narkotika.
Loading...

“Setelah kita tanyakan ternyata dia sudah 10 tahun menggunakan (narkoba). Intinya dia gunain untuk inspirasi membuat lagu dan meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/2/2019).

Yanto Sari, sempat sukses menciptakan sejumlah lagu hits di kancah perindustrian musik dangdut, salah satu lagu ciptaannya ‘Tak Rela Diginiin’, dipopulerkan oleh Via Vallen. Yanto Sari juga membuat lagu untuk beberapa penyanyi dangdut lain. Banyak lagu ciptaannya yang jadi hits, di antaranya ‘SMS’ yang dibawakan Trio Macan serta ‘Goyang Nasi Padang’ dan ‘Hoaks’ yang dinyanyikan Nella Kharisma.

Yanto Sari ditangkap bersama rekannya, Romy Patti Selano alias Ade yang sama-sama berprofesi sebagai aransemen musik. Sementara, Romy diketahui telah menggunakan narkotika jenis sabu selama tiga tahun terakhir, yaitu sejak 2016 silam.

Kedua musisi ini ditangkap di depan ruko di Puri Sentra Niaga, Jalan Seulawah Blok D No 63, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Senin (4/2/2019). Setelah digeledah, ditemukan barang bukti cangklong sisa sabu dan sisa sabu seberat 0,025 gram dari keduanya.

“Tersangka YS (Yanto Sari) musisi, pencipta lagu, dan tersangka kedua (Romy) juga merupakan seorang aransemen musik yang membantu tersangka pertama (Yanto) dalam membuat lagu. Ternyata dua hari sebelum penangkapan, tersangka kedua ini baru saja mengambil dan membeli serta menggunakan narkoba di rumah DPO,” ujar Kasubdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Sebelumnya diketahui, sebanyak empat tersangka ditangkap terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Adapun empat tersangka tersebut yaitu Yanto Sari, Romy Patti Selano, Yudi Sudarso dan Mike Adriyani alias Indri. Hingga kini polisi masih mengejar seorang berinisial UDA, orang yang diduga telah pengedarkan narkotika kepada empat tersangka tersebut.

Comments

comments

Loading...
loading...