Gerbang Neraka Mengerikan di Negara Terisolir Turkmenistan

BAGIKAN
Foto Jay Tindal
Meskipun berstatus merdeka, Turkmenistan adalah salah satu negara yang untuk mendapatkan visanya, butuh perjuangan yang keras. Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini tidak sepenuhnya bebas. Hingga kini Turkmenistan masih dipimpin oleh pemerintah yang dikenal diktator kejam.
Loading...

Ibukota Turkmenistan, Ashbat merupakan kota yang sepi dan terkesan menyeramkan. Di sinilah ditemukan sebuah kawah raksasa berdiameter 226 kaki yang terus terbakar bernama Gates of Hell atau gerbang neraka.

Gates of Hell awalnya dibuat untuk mendapatkan gas alam, akan tetapi tanah bekas pengeboran itu amblas hingga membuat lubang berdiameter 70 meter. Khawatir lubang yang menganga itu mengeluarkan gas beracun, tim geologi memutuskan ketika itu untuk membakarnya. Mereka berharap api akan menghabiskan gas alam dalam beberapa hari, tetapi nyatanya api masih berkobar selama puluhan tahun sampai sekarang.

Anehnya, nyala api keemasan terlihat hingga desa Derweze. Situs ini sebenarnya sudah diminta untuk ditutup sejak tahun 2010, namun tak juga terlaksana hingga saat ini. Bahkan api tersebut telah ada sejak 40 tahun yang lalu.

Lokasi “The Gates of Hell” ini berada di Gurun Karakum, dekat Desa Derweze, Turkmenistan. Gerbang neraka ini terbentuk pada tahun 1971. Pada saat Soviet membangun lokasi pengeboran di Gurun Karakum. Saat membuat anjungan alat bor, tanah yang dijadikan landasan tiba – tiba longsor dan menciptakan lubang yang sangat lebar dan dalam.

Lubang tersebut mengandung banyak sekali gas alam. Sumber gas yang mengalami kebocoran memicu munculnya gas metana beracun. Untuk meminimalisir bencana lingkungan yang lebih besar, akhirnya Soviet membakar situs tersebut.

Gerbang Neraka ini menjadi salah satu destinasi wisata di Turkmenistan, dan menggaet ratusan turis setiap tahun. Negara ini menduduki peringkat lima sebagai sumber gas alam di dunia. Gas alam adalah bahan bakar fosil yang terdiri dari metana (CH4). Gas tersebut dapat ditemukan di areal pertambangan, salah satunya tambang batu bara.

Foto: Jay Tindal

Comments

comments

Loading...
loading...