Polling Indeks News Bukan Ajang Kompetisi, tapi Salah Satu Alat Ukur Elektabilitas Caleg

Gagasan awal diluncurkannya Polling Indeks News, adalah karena minimnya sarana sosialisasi calon anggota legislatif dalam menghadapi Pemilu 2019. Apalagi aturan sangat mengekang para politisi untuk bergerak mensosialisasikan dirinya, baik melalui alat peraga kampanye maupun beriklan di media massa.

Sampai saat ini belum ditemukan alat untuk mengukur elektabilitas seorang politisi yang tengah bersaing menuju salah satu kursi parlemen secara valid. Sekalipun survey bermunculan, namun validitasnya masih belum bisa menjamin. Apalagi arus dukungan konstituen yang berubah-ubah di setiap daerah pemilihan, sehingga para calon anggota legislatif sulit melakukan estimasi.

Fenomena yang harus ditangkap oleh seorang calon anggota legislative adalah meningkatnya pengguna internet di Indonesia, bahkan peningkatan ini sudah merambah sampai ke pelosok pedesaan.

Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2017, penetrasi pengguna internet sebesar 54,68 persen atau 143,26 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia. Sementara jumlah pengguna internet di tahun 2016 adalah sebesar 132,7 juta jiwa.

Menurut APJII sampai akhir tahun 2018 yang lalu, tingkat penetrasi pengguna internet sudah mencapai 60 persen. Penetrasi pengguna internet berdasarkan karakter kota atau kabupaten, tertinggi ada di wilayah urban, wilayah rural-urban 49,49 persen dan terendah wilayah rural 48,25 persen.

Dalam hasil survey tersebut juga menyebutkan komposisi pengguna internet berdasarkan jenis kelamin, mayoritas laki-laki 51,43 persen dan perempuan 48,57 persen. Sementara komposisi pengguna internet berdasarkan usia, terbanyak di rentang usia 19-34 tahun (49,52 persen).

Untuk perangkat yang dipakai mengakses internet komputer atau laptop pribadi 4,49 persen, smartphone atau tablet pribadi 44,16 persen, menggunakan keduanya 39,28 persen dan lainnya 12,07 persen.

Mengukur Suara Melalui Polling

Terkait meningkatnya pengguna internet, maka peluang ini harus dimanfaatkan oleh para calon anggota legislative, baik dalam melakukan sosialisasi, memaparkan rencana kedepan seandainya terpilih menjadi anggota legislatif disamping tugas-tugas pokok sesuai aturan.

Indeks News pun membaca peluang ini dengan menggagas sebuah program Polling Calon Anggota Legislatif, agar para politisi ini dapat membawa polling ini atau menyebarkan ke daerah pemilihannya untuk mengukur sejauh mana dukungan masyarakat terhadap dirinya.

Tentu saja sasarannya adalah warga yang berada di Daerah Pemilihannya yang sebelumnya sudah menyatakan dukungan, atau masyarakat yang tertarik terhadap figur caleg tersebut. Tidak mungkin seorang calon anggota legislatif maupun timnya mencatat satu persatu warga yang telah menyatakan dukungannya.

Namun, dengan mengikuti votting ini, otomatis dukungan itu tercatat sekalipun tidak secara rinci. Caleg pun mengetahui, apabila jumlah VOTE nya berkurang berarti ada diantara warga yang telah mencabut dukungannya dengan memberikan dukungan kepada calon lain.

Alat ukur inilah yang selama ini belum ada atau belum digagas, sehingga calon anggota legislatif sulit mengetahui jumlah dukungan secara valid.

Apakah Polling Ini untuk Ajang Kompetisi?

Sebagian calon anggota legislative memang menterjemahkan polling ini sebagai ajang kompetisi, sehingga mereka latah meminta dukungan dari luar dapilnya bahkan dari luar daerah untuk memvote namanya pada Polling ini.

Bahkan mereka mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menyewa buzzer agar jumlah vottingnya tertinggi. Dengan harapan kepercayaan masyarakat akan tertuju pada dirinya karena memiliki dukungan terbanyak.

Padahal inilah yang sangat merugikan para calon anggota legislatif, akibatnya hasil polling tidak membawa pengaruh apa-apa terhadap tingkat keterpilihannya pada Pemilu mendatang.

Menjalankan program Polling ini secara benar dan dilakukan pada daerah pemilihan masing-masing, seorang anggota legislatif bisa menjadikan hasil polling ini untuk merencanakan suatu kegiatan kampanye atau sosialisasi.

Hasil Polling juga bisa dijadikan pemicu seorang calon anggota legislative untuk serius menguatkan daerah pemilihannya, karena hasil polling menunjukkan tingkat keterpilihannya.

Ayo…mari sikapi polling ini secara positif dan ajak masyarakat untuk memVOTEnya secara benar, agar para calon anggota legislatif dapat memetakan kekuatannya.

Semoga sukses.

Comments

comments

Loading...
loading...