Bawaslu: Slamet Ma’arif Ditetapkan Sebagai Tersangka Sesuai Undang-Undang

BAGIKAN
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membantah pernyataan Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma’arif, yang menyebut penetapan tersangka terhadap dirinya atas dugaan tindak pidana pemilu dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019.
Loading...

Ketua Bawaslu, Abhan, menjelaskan penetapan tersangka terhadap Slamet Ma’arif didasarkan pada undang-undang yang berlaku dan merupakan kewenangan kepolisian. Dia menegaskan penyelidikan terhadap perkara yang melibatkan Slamet dilakukan Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.

“Kami kira kami sudah kerja atas dasar undang-undang. Dan sekali lagi bahwa proses di Gakkumdu tak hanya Bawaslu saja, ada kepolisian dan jaksa juga,” ujar Abhan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Abhan menuturkan proses di Gakkumdu bukan proses yang singkat. Setiap laporan yang diterima Bawaslu yang diteruskan ke Gakkumdu sudah melalui pengumpulan bukti awal. Setelah menemukan bukti awal dan fakta hukum, prosesnya kemudian berlanjut ke Gakkumdu.

”Maka ketika gakkumdu memandang ini cukup bukti, maka tindak lanjutnya menjadi kewenangan penyidik kepolisian,” katanya.

Abhan menegaskan penetapan tersangka Slamet berdasarkan beberapa bukti berupa saksi dan rekaman video. “Saya kira bukti cukup banyak. Ada berupa saksi, ada video, banyak,” ujar Abhan.

Sebelumnya diketahui, Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini dipanggil Polres Surakarta pada 13 Februari nanti sebagai tersangka terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tabligh akbar PA 212 Solo Raya yang diselenggarakan 13 Januari 2019 lalu.

Slamet Ma’rif kemudian dilaporkan oleh Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Surakarta, Her Suprabu ke Bawaslu. Bawaslu kemudian melaporkan kasus ini ke Mapolres Surakarta . Setelah dilakukan penyidikan akhirnya Slamet Ma’arif ditetapkan jadi tersangka.

Penetapan Ketua Persaudaran 212 itu sebagai tersangka juga sudah berdasarkan gelar perkara yang dilakukan oleh polisi untuk melihat dari semua alat bukti, keterangan saksi, termasuk juga hasil pemeriksaan dari yang bersangkutan, penyidik menilai dan mengkaji melalui gelar perkara itu bahwa statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka.

Slamet ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Comments

comments

Loading...
loading...