Polisi Tembak Perampok Sadis yang Tewaskan Seorang Wanita di Binjai

Peristiwa perampokan dan pembunuhan yang terjadi di Jalan Mesjid Gang Belimbing, Lingkungan III, Kelurahan Pekan Binjai, Binjai Kota, Minggu (10/2/2019). Berhasil diungkap oleh petugas, pelakunya ditembak dan tiga orang penadah hasil rampokan diamankan.

Korban seorang perempuan, Lina (57) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi rumahnya. Korban tewas dengan luka koyak di leher bawah dan sela jari kanannya, serta mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri.

Usai dibunuh, sejumlah harta benda korban raib disikat perampok. Namun, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Polres Binjai dengan cepat bereaksi, tak cukup satu hari petugas berhasil mengungkap kasus ini, seperti yang disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Andi Rian, Senin (11/2/2019).

“Kita berhasil ungkap kasus ini jam 6 pagi tadi atau sekitar 12 jam setelah kejadian. Semua tersangka dan barang bukti sudah kita amankan,” ujar Kombes Andi Rian.

Petugas telah menembak tersangka, Ridwan Wongso (40), warga Jalan Zainal Zakse Gang Belimbing, Pekan Binjai, Binjai Kota. Pelaku ternyata bertempat tinggal tidak jauh dari rumah korban. Bahkan rumah orang tuanya hanya berjarak beberapa meter dari rumah korban.

Atas pemeriksaan penyidik, pelaku diduga melakukan perampokan dan pembunuhan itu sendirian. “Pelaku kita amankan di kawasan Dolok Masihul. Barang bukti yang kita amankan berupa sepeda motor dan televisi korban serta benda tajam yang digunakan untuk membunuh dan merampok. Kita lumpuhkan kedua kakinya karena pelaku berusaha melarikan diri,” ujar Andi.

Para penadah barang hasil rampokan itu pun sudah diamankan petugas, yaitu, Adi Juharno Manurung (32), warga Desa Sarang Ginting Hulu, Bintang Bayu, Serdang Bedagai. Budi Agus (25), warga Pekan Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Dan Surianto (43), warga Jalan Sudirman, Pekan Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Telepon genggam milik korban dibeli oleh Adi, sementara Budi menadah TV dan telepon genggam, sedangkan Surianto menadah perhiasan emas milik korban.

Andi menuturkan, pembunuhan ini murni bermotif perampokan. Pelaku diduga ingin menguasai barang-barang berharga milik korban. “Pelaku menyampaikan sejumlah alasan, namun banyak yang tidak masuk akal. Jadi kami pastikan ini perampokan,” jelas Andi.

Kini pelaku dijerat dengan Pasal 365 dan Pasal 338 KUHPidana. “Sedangkan tiga tersangka lain dijerat dengan pasal penadahan hasil kejahatan,” pungkas Andi.

Comments

comments

Loading...
loading...