Cabuli Bocah, Jimpik Divonis Ringan, Jaksa Naik Banding 

Sawahlunto – Indeksnews Asnin panggilan Jimpik (80) terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur, yang disebut sebut Ayah kandung dari Mantan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf oleh Pengadilan Negeri Sawahlunto Kamis 31 Januari 2019 divonis dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sejumlah Rp 800 Juta.

Dalam perkara 66/Pid.Sus/2018/PN SWL itu, putusan majelis hakim menyebutkan  dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Sawahlunto  Untung Syah Putra, bahwa vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU yang meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun 6 bulan dan denda Rp1 Miliar subsider 3 bulan. Jaksa tidak menerima putusan itu dan menyatakan baik banding.

“Kami banding,” kata Untung Syah Putra, SH ketika dikonfirmasi lewat  telepon seluler, Jumat (15/2/2019).

Adapun hasil Putusan Majelis Hakim PN Sawahlunto tersebut sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa Asnin panggilan Jimpik telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “membujuk Anak untuk melakukan Perbuatan Cabul”.

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Asnin panggilan Jimpik oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

4. Memerintahkan Terdakwa untuk ditahan.

5. Menetapkan barang bukti berupa:
1 (satu) helai pakaian stelan baju celana kombinasi warna biru dan putih.
1 (satu) helai kaos singlet warna putih merk POLY ukuran 36.
1 (satu) helai kain sarung bermotif kotak-kotak warna biru.
Dirampas untuk dimusnahkan.

6.Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp3.000,00 (tiga ribu rupiah).

Asnin alias Jimpik warga Dusun Kundi, Desa Talawi Mudik didakwa telah melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap murid SD kelas IV yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

Aksi bejat tersebut diketahui bermula dari pengakuan saksi (Mar) istri terdakwa Jimpik yang melaporkan kejadian itu kepada Hendra Martinus (54) Ayah korban.

Andi diberitahu Mar jika Anak kandungnya telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Jimpik, suaminya pada Jumat, 2 Februari 2018 sekitar pukul 15.30 WIB

Andi sempat shock mendengar pengakuan Mar kemudian menanyakan kebenaran peristiwa tersebut kepada anaknya.

Kepada Ayahnya, korban sebut saja “Bunga” mengatakan pada hari Jumat 2 Februari 2018 sekitar pukul 15.00 WIB, Ia lewat di depan rumah Pak Wo atau Jimpik sambil memanggil manggil ibunya.

Jimpik bertanya, ” hendak mencari siapa,” Bunga menjawab hendak mencari ibunya untuk meminta uang jajan. Pada saat itu, Jimpik menawarkan uang kepada Bunga sebesar Rp 2000 kemudian meminta Bunga masuk kedalam rumah.

Kepada Ayahnya, Bunga mengaku telah mendapat perlakuan tidak senonoh dari Pak Wo yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Jimpik menciumi pipi korban dan meraba-raba bagian sensitif korban. Setelah puas badan korban dilepas. Andi kemudian melaporkan peristiwa tragis itu kepada Polsek Kecamatan Talawi dua hari setelah kejadian.

Kasus ini menyita perhatian warga Sawahlunto. Proses persidangan kasus ini berlangsung cukup lama yaitu selama 174 hari. Dalam kasus ini, Jaksa Untung mengatakan Jimpik tidak ditahan dengan pertimbangan terdakwa berusia lanjut dan kesehatan terdakwa menurun.

Comments

comments

Loading...
loading...