Program Indonesia Terang untuk Infrastruktur Sipil dan Elektrifikasi Mandiri Oleh Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI)

BAGIKAN
Loading...

Indeksnews – Sebagai salah satu upaya dalam pembangunan di Propinsi Sulawesi Selatan, Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) melaksanakan Pilot Project Program Indonesia Terang untuk Infrastruktur Sipil dan Elektrifikasi Mandiri tepatnya di Dusun Billa, Desa Damai Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan.

Program yang di awali dengan peletakan batu pertama pada 27 Februari 2019 lalu, menurut Bupati Maros Ir. H. M. Hatta Rahman MM yang diwakili Camat Maros Andi Irfan, dana CSR sangat besar jumlahnya, sehingga dana CSR ini akan dibagikan kepada masyarakat atau kelompok yang membutuhkan sehingga dapat membantu pelaksanaan program pemerintah dalam hal pembangunan seperti Program Indonesia Terang untuk Infrastruktur Sipil dan Elektrifikasi Mandiri.

“CSR merupakan salah satu program yang dimiliki setiap perusahaan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder atau lingkungannya. CSR sudah menjadi konvesi dunia, dimana suatu perusahaan yang beroperasi disuatu tempat, wajib hukumnya memberikan satu tanggung jawab sosial kepada masyarakat,”ungkap Bupati Maros Ir. H. M. Hatta Rahman MM yang diwakili oleh Camat Maros Andi Irfan di acara peletakan batu pertama pada pelaksanaan Pilot Project Program Indonesia Terang Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan, Rabu (27/2/19).

Sedangkan Menurut Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr yang diwakili oleh Jumras Kepala Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa Sekretariat Propinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa Pilot Project Program Indonesia Terang untuk Infrastruktur Sipil dan Elektrifikasi Mandiri oleh Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) sebagai salah satu upaya dalam pembangunan di Propinsi Sulawesi Selatan. Oleh karenanya, pembangunan berkelanjutan menghendaki adanya hubungan yang harmonis dan kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha serta masyarakat.

“Apalagi di dalam keterbatasan sumber daya sering kali pemerintah mengalami kendala dalam mencari solusi terhadap permasalahan masyarakat yang ada seperti kesenjangan ekonomi yang semakin lebar, kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, dan masalah sosial lainnya,”ujar Jumras Kepala Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang Jasa Sekretariat Propinsi Sulawesi Selatan

“Kedepan diharapkan semua pihak dapat saling berkoordinasi demi kelancaran program ini, sehingga propinsi Sulawesi Selatan betul-betul menjadi pilot project Program Indonesia Terang untuk kemudian diterapkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,”tambahnya

Seperti diketahui Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) merupakan lembaga independen yang mengkoordinasikan CSR dari seluruh perusahaan swasta nasional maupun swasta multi nasional yang ada di Indonesia dan didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI. LPCI hadir dengan maksud dan tujuan menumbuh kembangkan kesadaran perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun swasta multi nasional untuk melaksanakan aturan CSR di seluruh wilayah Republik Indonesia sesuai dengan regulasi pemerintah yang ada serta mengelola atau mengkoordinir serta menyalurkan dana CSR ini secara transparan dan akuntabel, dimana salah satunya adalah melaksanakan pilot project Program Indonesia Terang saat ini.

Dengan kata lain, Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) hadir memiliki fungsi sebagai generator, koordinator, fasilitator, dan sebagai investigator dalam pengembangan CSR-CSR yang berasal dari perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun swasta multi nasional yang beroperasi di wilayah Republk Indonesia.

“Ini tentunya dikoordinasikan bersama Kemenkopolhukam ke seluruh jajaran pemangku kepentingan secara terintegrasi, terkoordinasi, terimplementasi berkesinambungan dan transparansi, “ungkap Eko Yuliarto, Kepala Divisi Perencanaan LPCI yang mewakili Ketua Umum LPCI Teten Indra.

Sedangkan Ketua Umum PEPCI (Perkumpulan Pengelola CSR Indonesia) Taslim menyatakan bahwa peletakan batu pertama pada pelaksanaan Pilot Project Program Indonesia Terang untuk infrastruktur sipil dan elektrifikasi mandiri oleh LPCI di Dusun Billa, Desa Damai Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan, didukung sepenuhnya oleh perangkat desa dan masyarakat desa penerima manfaat.

“Dan kedepan diharapkan semua potensi dana CSR yang ada, dapat kita petakan dan kita maksimalkan penggunaannya bagi kesejahteraan masyarakat, imbuh Taslim.

Sekaligus komitmen kita mendukung Nawacita Presiden Joko Widodo menuju Indonesia Terang. Jadi aset yang akan dibangun ini dipergunakan sebaik-baiknya, di rawat dan di jaga. Pilot Project Program Indonesia Terang merupakan kegiatan yang juga sama dikembangkan LPCI, berkerjasama dengan para asosiasi dan mitra asosiasi, seperti di Propinsi Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sumsel, red) dalam hal pemenuhan kebutuhan akan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya.

Hadir pada peletakan batu pertama Pelaksanaan Pilot Project Progam Indonesia Terang Elektrifikasi Mandiri dan Infrastruktur Sipil Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) antara lain Kolonel Gathot (Monitoring Saber Pungli Kemenpolhukam); Davey Oktavianus Patti, staff ahli hukum Kemenpolhukam; Andi Muhammad Irfan ST, anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi PAN, Dandim 1422 Maros diwakili Kapten. TNI Ahmad dan Kapolres Maros diwakili Inspektur Polisi Dua Wahyudin. Sedangkan dari LPCI hadir Eko Yuliarto Kepala Divisi Perencanaan LPCI mewakili Ketua Umum LPCI, para Ketua Umum Asosiasi (Ketua Umum Pepci Taslim; Ketua Umum Gappenas, Dede Koswara; Sekretaris Umun Gappenas, Ashari Djamil; Ketua Umum Mipcindo, Gusthia; Wakil Ketua Umum Gapcindo, Sanusi).

Comments

comments

Loading...
Tonton Melalui Android Klik Di Sini
loading...