Istri Gubernur Sumatera Barat Terancam Pidana

Nevi Zuairina, caleg DPR RI Dapil Sumbar II dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terancam pidana karena diduga telah melakukan pelanggaran kampanye. Istri Gubernur Sumatera Barat ini telah melakukan pelanggaran saat menghadiri kegiatan di salah satu SMKN di Kabupaten Limapuluh Kota.

Terkait dengan dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh politisi perempuan PKS ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota, telah melakukan proses klarifikasi. Nevi Zuairina diperiksa selama empat jam lebih.

“Hukuman berat berupa ancaman pidana paling lama dua tahun dan denda maksimal Rp24 juta andai dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukannya di SMKN 2 Guguak terbukti,” ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra di Tanjung Pati, dikutip dari Antara, Selasa (5/3/2019)

Kini, Nevi Zuairina dijerat dengan pasal 280 ayat 1 uruf H Undang-Undang Nomo 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. “Pasal tersebut dijuntokan dengan pasal 521 UU,” ujar Yori.

Namun, Yori menegaskan saat ini pihaknya baru melakukan proses pemeriksaan tahap pertama, yaitu klarifikasi terhadap yang bersangkutan. “Pada tahap kedua nanti, Bawaslu akan melaporkan hasil klarifikasi dan kepolisian melaporkan hasil penyelidikan, dari situ nanti diputuskan apakah dilanjutkan ke penyidikan atau tidak,” ujarnya.

Yori mengatakan, Bawaslu bersama pihak kepolisian dari Gakkumdu baru meminta klarifikasi dari Nevi Zuairina terkait kahadirannya di SMKN 2 Guguak pada 31 Januari 2019 lalu. “Dugaannya itu melakukan kampanye dalam bentuk penyebaran bahan kampanye yaitu kartu nama di tempat pendidikan. Bahan kampanye itu dibagikan kepada beberapa kepala sekolah yang hadir pada kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sumber: Antara

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...