Simpang Siurnya Berita Penangkapan Andi Arief Terkait Narkoba

Berita penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu, kini simpang siur. Publik pun dibuat penasaran karena pemberitaan di beberapa media muncul dengan berbagai versi.

Andi Arief ditangkap, Minggu (3/3/2019) pukul 20.50 WIB di kamar nomor 1214 Hotel Peninsula, Jakarta Barat. Penggeledahan kamar yang dihuni Andi Arief ini dilaksanakan hingga Senin (4/3/2019) dini hari.

Pada penangkapan itu polisi menemukan alat bukti berupa alat isap sabu. Kloset kamar Andi Arief sempat dibongkar, karena Andi diduga membuang semua alat bukti sebelum polisi datang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol M Iqbal saat konferensi pers, Senin (4/3/2019) menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan tes urine terhadap Andi Arief, dan dinyatakan positif mengandung metafetamin atau jenis sabu.

Sampai saat ini, mantan staf khusus Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Narkoba Bareskrim Polri di Cawang, Jakarta Timur. Namun publik masih dibuat penasaran dengan kronologi penangkapan Andi Arief, karena ada berbagai versi.

Wakil Direktur Resnarkoba Polri, Kombes Krisno Siregar, sebelumnya mengatakan, Andi Arief ditangkap bersama seorang perempuan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan ke Kabareskrim Komjen Idham Azis, Idham pun membenarkan.

Namun setelah itu, Kadiv Humas Polri, M. Iqbal, menepis kabar yang telah beredar di berbagai media. Bahkan Iqbal juga mengklarifikasi informasi yang beredar di aplikasi pesan WhatsApp, termasuk foto perempuan yang diisukan ditangkap bersama Andi Arief.

“Cuma satu diamankan. Enggak ada perempuan. Tadi saya sudah dahului jangan percaya pada laporan yang berseliweran,” ujar Iqbal.

Padahal beberapa foto yang memperlihatkan barang bukti penangkapan Andi Arief sudah lebih dulu beredar di WhatsApp. Foto yang memperlihatkan sejumlah barang, mulai dari alat isap sabu, uang, hingga alat kontrasepsi (kondom).

Mengenai foto-foto itu, termasuk kondom, ditegaskan Iqbal bahwa polisi belum dapat memastikan kebenarannya. Akan tetapi, Iqbal tidak membenarkan atau membantah kabar tersebut.

“Beberapa seperangkat alat memang ada. Seperti alat menggunakan alat narkotika,” ujar Iqbal.

Iqbal juga mengatakan bahwa narasi yang ada di grup WA (WhatsApp), belum tentu kebenarannya. Iqbal pun bersikukuh mengatakan bahwa penangkapan itu tidak terkait dengan tahun politik. Dia menegaskan, polisi mendapatkan kabar ini dari laporan masyarakat.

“Penangkapan ini sama sekali tidak ada jebakan, spontan,” pungkas Iqbal.

Comments

comments

Loading...
loading...