Cinta Segitiga Akhirnya Berujung Maut

BAGIKAN
Penemuan mayat seorang pria dalam karung yang sempat membuat heboh warga di sekitar Kali Cibening, Kampung Caman Raya, Jakasampurna, Kota Bekasi, Senin (4/3/2019) yang lalu, ternyata korban cinta segitiga.
Loading...

Mayat korban yang ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat dibungkus di dalam karung dan kantong plastik sampah yang ditemukan warga itu akhirnya berhasil diungkap polisi. Hanya dalam tempo 24 jam tersangka ditangkap oleh Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (6/3/2019) menyampaikan, setelah mengetahui adanya penemuan mayat oleh warga di dalam karung, Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya langsung melakukan penyidikan.

Tersangka SJ (54) diringkus di kontrakannya di Jalan Caman Utara, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, tepatnya Selasa (5/3/2019) kemarin.

Ketika diperiksa oleh polisi tersangka mengaku dendam terhadap korban karena diam-diam korban berpacaran dengan kekasih pelaku berinisial WGS. WGS sendiri selama ini sudah hidup serumah dengan pelaku.

Peristiwa itu berawal pada saat korban datang ke rumah kontrakan pelaku di Jalan Caman Utara, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (2/3/2019).

Ketika itu korban terkejut melihat WGS sedang tiduran bersama pelaku di dalam kamar. Merasa tidak senang korbanpun memaki tersangka dengan kata-kata kasar. Hal ini menyulut amarah pelaku sehingga cekcok mulutpun tak terelakkan.

“Tiba-tiba saja korban mengambil anak WGS dari dalam kamar dan hendak membawanya sambil berlari ke luar rumah,” ujar Kombes Argo.

Kemudian tersangka mengejar korban yang lari ke arah dapur. Di dapur itupun antara mereka berdua terjadi perebutan anak. Kemudian WGS menghampiri mereka yang langsung mengambil dan merebut anak itu dan pergi ke kamar.

Pelaku yang sudah terbakar amarah lalu mengambil tabung gas 3 kg dan menghantamkannya ke kepala korban sebanyak enam kali hingga tewas.

Setelah korban tewas, WGS pun mengambil barang-barang korban berupa sebuah dompet bahan kulit warna hitam yang berisikan uang sebesar Rp 100.000, 1 unit handpone merk Samsung warna putih dan 1 unit handpone merk Nokia warna hitam.

Dompet milik korban dibakar oleh pelaku dengan maksud untuk menghilangkan jejak. Pelaku SJ lalu memasukkan mayat korban ke karung beras, kemudian dilapisi dengan dua kantong plastik sampah warna hitam dan diikat dengan tali tambang warna hijau.

Mayat itu kemudian dibawa pelaku ke bawah jembatan kecil di Kali Cibening di Jalan Caman Tanah Garapan, Kelurahan Jakasampurna. Pelaku menggantungkan mayat itu di bawah jembatan hingga akhirnya ditemukan warga.

Tersangka SJ dikenakan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Lebih Subsider Pasal 351 KUHP, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Comments

comments

Loading...
Tonton Melalui Android Klik Di Sini
loading...