Zul Mantan TKI Sukses Bersama Band Zivillia, Kini Terjerat Narkoba

Siapa sih yang tidak kenal lagu “Aisiteru” milik grup Band Zivillia?. Lagunya up to date banget dengan aliran yang lagi digemari saat ini di Indonesia. Dengan sedikit bertema Jepang, Zivillia mampu bertengger di lagu papan atas Indonesia bahkan dapat penghargaan sebagai lagu paling laris di download.

Zulkifli adalah tokoh sentral band ini. Dialah sosok pendiri sekaligus pencipta lagu Aishiteru yang menjadi lagu andalan Zivillia. Siapa sangka kalau sebenarnya Zul (sapaan Zulkifli) adalah mantan TKI (tenaga Kerja Indonesia) di Jepang sebagai pekerja pengepresan Baja.

Lagu Aishiteru dia ciptakan saat dia masih di Jepang. Jarak yang jauh dengan keluarganya di Sulawesi membuat hatinya gundah. Diakuinya, bahwa lagu Aishiteru adalah pengalaman pribadinya kala rasa kangen dan suntuk jauh dari keluarga hadir mengganggunya di Jepang.

Setelah lulus SMA, Zul melanjutkan kuliah jurusan musik di Sulawesi. Faktor tiadanya biaya membuat Zul berhenti ditengah jalan. Keinginannya menjadi Sarjana Musik pupus jua.

Motivasi menjadi TKI dia dapat kala melihat salah satu teman kampungnya sukses membikin rumah dan memberangkatkan orang tuanya naik haji. Zul pun mencoba bergabung ke BLK (Balai Latihan Kerja) yang akhirnya mengantar impiannya pergi ke Jepang menjadi TKI. Mimpi menjadi pemuda sukses, Zul bekerja keras mewujudkan mimpinya.

Tiga tahun bekerja, Zul merasa belum siap pulang. Harta benda yang di impikannya belum juga ditangan. Malu dan takut kembali ke Indonesia membuatnya bertahan di Jepang sebagai TKI Ilegal selama tiga tahun.

Suaranya yang spesial dan juga kepiawaiannya mencipat lagu, membuat dia laris manis mengisi acara di KBRI (keduataan besar) Indonesia di Jepang dalam setiap even acara. Suatu hari datanglah kesempatan menjadi penyanyi pembuka pada konser Band Naff di KBRI. Lagu Aishiteru membuat telinga personel Naff geleng kepala.

Saat makan malam bersama Naff paska pentas, Zul berkesempatan berbincang dengan para personel Naff. Adi vokalis naff mengatakan “ngapain lo capek-capek jadi TKI di Jepang, Lagumu dijual di Indonesia laku banget bro. Dateng aja ke studio kami di Bandung.” tutup Adi pada Zul.

Saran Adi Naff menguatkan Zul untuk pulang, dia langsung transit ke Bandung untuk merealisasikan ucapan Adi saat di Jepang. Lagu Aisiteru akhirnya lahir melalui jalur-jalur indie dan Radio. Hal yang lucu bagi Zul adalah saat dia jalan-jalan di pasar dia menemukan lagunya sudah di bajak versi CD dengan judul “Jembatan Kenangan” … “hahaha ini menggelikan.” katanya.

Saat ini dia telah tumbuh menjadi wujud yang berbeda. Masa sulit di Jepang biarlah menjadi kenangan bersama dengan lantunan Aishiteru (aku cinta padamu).

Tapi pada pekan ini, Zul kembali kepada masa rumit kehidupannya, terjerat kasus narkoba dan terancam hukuman mati. Apakah ini akhir dari segalanya?

Dikutip dari situs: namanyawidy

Comments

comments

Loading...
loading...