Ustadz Supriyanto Lakukan Kampanye Hitam, Sebut Zina Akan Dilegalkan

Ceramah yang diduga berisikan kampanye hitam dari Ustaz Supriyanto (65), akhirnya berbuntut panjang. Ceramah yang tersebar di media sosial yang cukup viral itu terjadi di teras Masjid Al Ihsan Kalibaru Kulon, di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Sabtu (9/3/2019).

Supriyanto menyebut perzinahan akan dilegalkan, pernyataan yang dilontarkan ustadz Banyuwangi ini berakibat ia diamankan oleh pihak kepolisian, Senin (11/3/2019) malam.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera menuturkan, pada saat dimintai keterangan, Supriyanto mengakui bahwa benar dia yang berada di dalam video viral itu. “Yang bersangkutan mengakui dan membenarkan terkait apa yang ada di dalam rekaman video tersebut,” ujar Barung, Selasa (12/3/2019).

Supriyanto merupakan Takmir Masjid Al Ihsan Kalibaru Kulon. Pada saat melakukan ceramah dia diduga melakukan kampanye hitam dihadapan 15 orang ibu-ibu yang mengenakan kaos palson 02 Prabowo-Sandi.

Namun ustadz ini mengaku bahwa ia melakukan ceramah itu atas permintaan Imam Suherlan. Barung mengatakan ceramah itu dilakukan Supriyanto untuk memotivasi pilihan politik kepada ibu-ibu (emak-emak) dengan mengambil referensi dari anggota DPR RI Komisi VIII Partai PKS Jazuli Juwaini dan Hidayat Nur Wahid, serta rekaman video Tengku Zulkarnaen.

“Dalam rekaman video tersebut yang bersangkutan mengakui memberikan motivasi kepada kelompok emak-emak tersebut karena permintaan dari Saudara Imam Suherlan (pria
pendamping Supriyanto di dalam video),” ujar Barung.

Saat diperiksa petugas, Supriyanto mengakui tidak mengetahui bahwa tindakannya itu dapat melanggaran Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang ITE.

“Yang bersangkutan tidak mengetahui akan dampak dari apa yang telah disampaikanya di dalam video tersebut dan tidak mengetahui kalau ada orang yang merekam kejadian tersebut,” pungkasnya.

Comments

comments

Loading...
loading...