Diduga Lakukan Tindak Pidana Prostitusi Anak, Caleg Perindo Dipecat

Seorang wanita calon legislatif dari partai Perindo berinisial NH diamankan polisi karena diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang dan prostitusi anak di bawah umur dengan berkedok salon kecantikan.

Polisi mendapati kegiatan prostitusi yang terjadi di tempat esek-esek berkedok salon milik NH di Jalan Raya Anyer, Kota Cilegon Banten. Di lokasi yang berada di lantai dua itu polisi menangkap basah seorang pria dan wanita di bawah umur tengah berhubungan intim.

“Di salon itu telah terjadi dugaan tindak pidana perdagangan orang dilakukan oleh NH (36), selaku pemilik salon kecantikan,” ujar Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra, Rabu (13/3/2019).

Dadi menuturkan, pada saat dilakukan pemeriksaan di lantai 2 terdapat sekatan yang di dalamnya terdapat seorang laki-laki berinisial RW (35) sedang bersetubuh dengan seorang perempuan bernama Caca (nama samaran) berusia 15 tahun.

Aparat pun langsung mengamankan NH di kediamannya, Kelurahan Ramanuju, Kota Cilegon, Banten. Karena wanita calon legislatif dari partai Perindo ini diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang dan prostitusi anak di bawah umur dengan berkedok salon kecantikan.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, RW merogoh kocek Rp 400 ribu untuk mendapatkan kepuasan seksual dari Caca. Kemudian, Caca harus menyetorkan Rp 150 ribu ke pengelola salon, berinisial Ms alias Mg, yang nantinya diduga disetor kepada pemilik salon, yakni NH.

Terkait dengan kasus ini, partai Perindo memutuskan memecat calon legislatif Partai Perindo Dapil V Kabupaten Serang berinisial NH (36) yang ditangkap polisi, karena perdagangan orang.

“Dengan ditetapkannya caleg tersebut sebagai tersangka, maka DPP telah memecat dengan tidak hormat kepada caleg tersebut,” kata Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, Kamis (14/3/2019).

Ahmad Rofiq mengungkapkan, bahwa partainya tidak akan memberikan bantuan atau fasilitas apapun selama yang bersangkutan menjalani proses hukum. Dia menjelaskan, caleg tersebut adalah pendaftar ke Partai Perindo dan bukan merupakan kader.

“Atas nama partai, kami memohon maaf kepada masyarakat atas ulah caleg ini. Ini semua di luar kendali partai, karena itu aktivitas pribadi yang tidak ada keterkaitan dengan partai,” ujarnya.

Kini NH dijerat dengan Pasal 83 UU Perlindungan Anak dan Pasal 30 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Comments

comments

Loading...
loading...