Sandiaga Uno Klaim Program OK OCE Turunkan Angka Pengangguran, Benarkah? Ini Faktanya.

OK OCE merupakan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno untuk menelurkan wirausahawan baru. Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno kembali menjual program unggulannya OK OCE. Menurutnya program itu sudah terbukti sukses diterapkan saat dia masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta meski hanya beberapa bulan.

Sandi mengatakan salah satu kesuksesan OKE OCE adalah sumbangsihnya dalam penurunan tingkat pengangguran di Jakarta. Dia mengklaim OK OCE di Jakarta berhasil menurunkan pengangguran sebanyak 20 ribu orang di 2018.

Namun, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, pada Februari 2018 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta sebesar 5,34%. Angkatan kerja pada Februari 2018 berkurang sebanyak 0,60% jika dibandingkan dengan Februari 2017.

Sementara, pada Agustus 2018 atau enam bulan berikutnya setelah OK OCE dijalankan, tingkat pengangguran di DKI Jakarta justeru meningkat menjadi 6,24%. Target wirausaha program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) di Jakarta tahun 2018 itu dinilai tak capai target.

Dari target 40.000 wirausaha baru, hanya 16.734 peserta OK OCE yang mendapatkan izin usaha mikro kecil (IUMK) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta.

Ketua Umum OK OCE Indonesia Iim Rusyamsi pun mengakui, salah satu alasan tidak tercapainya target pada 2018 karena kurangnya keterlibatan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta yang memberikan pelatihan kepada para peserta.

“Di tahun pertama (2018) itu memang kami melibatkan dinas-dinas kurang. Yang paling besar (keterlibatannya) hanya Dinas UMKM,” ujar Iim, Senin (18/3/2019).

Lim menjelaskan, jumlah warga yang mendaftar sebagai peserta OK OCE pada 2018 sebenarnya mencapai 65.000 orang. Dari jumlah tersebut, warga yang mengikuti pelatihan 53.000 peserta. Namun, dari peserta yang ikut pelatihan, hanya 16.734 orang yang mengantongi IUMK sebagai indikator lahirnya wirausaha baru dari OK OCE.

Banyak di antara peserta yang ikut pelatihan tidak bisa mengantongi IUMK karena berwirausaha di jalur hijau. IUMK dari Dinas PMPTSP, kata Iim, baru bisa terbit jika membuka usaha di lokasi lain yang diizinkan. “Di Jakarta ini sebagian ada yang (berwirausaha) di jalur hijau. Ini kendala yang tidak bisa diterbitkan (IUMK),” tegasnya.

Selain itu, ada pula peserta OK OCE yang mengikuti pelatihan tetapi belum mengajukan IUMK ke Dinas PMPTSP DKI Jakarta. Alasannya, mereka tetap bisa berwirausaha tanpa IUMK.

Untuk mengejar target 200.000 wirausaha baru di Jakarta yang lahir dari OK OCE selama lima tahun, kata Iim, pihaknya akan memaksimalkan keterlibatan tujuh SKPD DKI Jakarta untuk melakukan pelatihan.

Tujuh SKPD itu yakni Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, serta Perdagangan; Dinas Perindustrian dan Energi; Dinas Sosial; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan; Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian; dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk.

Program ini sebelumnya ditargetkan menciptakan 200.000 wirausaha baru dalam waktu lima tahun menjabat. Itu berarti, tiap tahun harus ada 40.000 wirausaha baru yang ditelurkan dari program pelatihan kewirausahaan OK OCE

Comments

comments

Loading...
loading...