Cegah Terjadi Persekusi Saat Liputan, Pribadi Baja Beri Latihan Praktis Beladiri Bagi Jurnalis

Indeksnews – Persatuan Beladiri Jokowi-Amin (Pribadi Baja) memperkenalkan pelatihan beladiri praktis kepada Jurnalis untuk mencegah terjadi Persekusi saat Liputan dimanapun para jurnalis bertugas.

Perkenalan beladiri praktis terhadap para jurnalis bisa dilakukan dengan mudah dan berguna bagi pemula dalam menghadapi bahaya yang mengacam sewaktu-waktu.

Beragam profesi seperti jurnalis saat meliput suatu kejadian atau peristiwa juga tidak lupa luput dari ancaman bahaya yang mengancam.

Untuk itulah profesi seperti jurnalis juga perlu dilengkapi pengetahuan yang memadai untuk menghadapi ancaman dan bahaya lainnya termasuk persekusi dengan teknik bela diri atau ‘self defense’.

Ketua Umum Pribadi Baja, Marsyel  M. Ririhena menyampaikan, pelatihan ini sebagai bentuk kepedulian atas peristiwa persekusi yang dialami oleh para pemburu berita.

“Kami beri pengenalan prinsip-prinsip, ilmu, dan teknik beladiri praktis sebagai bagian keahlian penunjang para wartawan yang semakin riskan terpapar resiko dari pekerjaan yang berbahaya di lapangan,” kata Marsyel di lokasi latihan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (23/3/19).

Menurut Marsyel, BAJA adalah wadah bela diri untuk bersatu. Biasanya tuh memang tiap bela diri kan punya organisasinya sendiri-sendiri tapi ini satu-satunya di Indonesia wadah organisasi bela dirinya bersatu.

“Jadi semua unsur bela diri ada di dalam sini. Mulai dari standing fighting, ground fighting, tactical self defense, tradisional seni semua ada di dalam sini. Intinya, Kita ingin bangsa Indonesia supaya punya budaya berolahraga dengan membiasakan olahraga bela diri. Olahraga kan bergerak cuman kita isi kemampuan bela diri.” ungkap Marsyel.

Sementara Hilda Ridwan Mas selaku Ketua Departemen Organisasi PRIBADI BAJA mengaku meskipun secara organisasi Pribadi Baja baru terbentuk, namun mereka memiliki beberapa korwil yang sudah terbentuk dan akan terus berkembang keseluruhan Indonesia dan juga mengajak kaum millenial untuk bergabung di Pribadi Baja sebagai wadah untuk pemersatu dan menjaga budaya.

“Kalau secara organisasi karena baru terbentuk, tapi rencana kita memperluas baru rencana tetapi sudah disusun. Kenapa kita ajak millennial karena perkembangan zaman bisa dilihat cara pandang millineal dangan kita beda banget. Kita ajak sebanyak mungkin anak millennial.”ujar Hilda.

Dengan Philosopy Sportifitas, Toleransi, Keberagamaan / Kebhinekaan, Kejujuran, Kasih sayang dan Disiplin, BAJA sendiri mempunyai visi membangun karakter bangsa Indonesia yang mempunyai mental-mental baja karena orang-orang ikut bela diri biasanya mempunyai mental satria dan sportif.Dari situ PRIBADI BAJA ingin menularkan mental baja ke seluruh Indonesia.

Sementara misi dari PRIBADI BAJA adalah selain menjaga budaya juga karakter yang tidak mudah termakan oleh hoaks. Selain itu juga ingin mempersatukan orang-orang beladiri tradisional dan orang-orang beladiri prestasi.

Dalam kesempatan latihan praktis tersebut, para awak media mendapat pelatihan sederhana untuk menghadapi ancaman kriminal seperti persekusi, penodongan, pemukulan dan juga ancaman penganiayaan dari para instruktur di PRIBADI BAJA.

Beberapa teknik seperti sederhana seperti memukul langsung organ vital seperti hidung, dagu,batang leher serta tendangan ke arah vital pria sangat dianjurkan untuk dilakukan saat kita menghadapi ancaman yang membahayakan jiwa.

“Memang bela diri disini hanya bersifat untuk dapat mempertahankan diri  dari serangan sehingga kita mempunyai waktu untuk menghindar dari bahaya dan bukan untuk berkelahi dengan lawan.”ujar Daniel Laihad Ketua Departemen Pelatihan Pribadi Baja menutup pembicaraan. Tertarik? Gabung yuk di Pribadi Baja yang bisa cek di Instagram @pribadi_baja? (@enny_hdyn).

Comments

comments

Loading...
loading...