Bandar Narkoba Kelas Kakap Ditangkap di Semarang, Polisi Sita 8 Kg Sabu Senilai Rp 11,2 Miliar

Sebuah apatemen di Jalan Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, digerebek polisi. Rudy Rahman (33) warga Teluk Tiram Laut, Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang merupakan seorang bandar narkoba kelas kakap ditangkap.

Dari tangan bandar ini, diamankan sabu seberat 8 kg, senilai Rp 11,2 miliar dan empat E-KTP palsu. Pelaku datang dari Banjarmasin dan sudah berada di kota Semarang sejak Minggu (31/3/2019).

Kapolrestabes Semarang , Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengungkapkan, agar kasus ini bisa terungkap pihaknya telah melakukan penyelidikan selama 15 hari. Saat dibekuk, barang bukti 8 kg tersebut sebagian sudah di-packing ke plastik kecil masing-masing 100 gram.

“Rudy datang ke Semarang menggunakan identitas palsu bernama M Malik warga Batumunggal Bandung, baik dari manifes pesawat hingga chek in di apartemen,” ujar Abioso di Mapolrestabes Semarang, Selasa (9/4/2019).

Pelaku sebelumnya menunggu selama satu minggu di apartemen sambil menunggu intruksi dari seseorang yang diidentifikasi sebagai MR X mengambil sabu. Selama menunggu Rudy mendapat uang operasional sebesar Rp 25 juta.

MR X memberi perintah kepada tersangka untuk bergeser ke MG Suite sambil membawa tas besar. Namun ternyata tas yang dibawa tersangka kurang besar, hingga ia membeli tas di mall, kemudian meninggalkan tas itu di pot bunga depan lobi MG Suit, Jalan Gajamada.

“Tas ditinggal 12-13 menit, balik lagi tas sudah berisi barang ini (sabu),” ujarnya.

Tersangka kemudian membawa tas tersebut ke apartemen. Di sana polisi yang mengintai mendapati tersangka langsung membagi sabu tersebut menjadi beberapa paket. Tidak berapa lama kemudian, polisi langsung melakukan penggerebekan. Tersangka tak berkutik, karena barang bukti bisa langsung ditemukan polisi.

Selain mengamankan sabu, polisi juga mengamankan empat E-KTP palsu. Yakni E-KTP bernama Rudy Rachman alamat Banjarmasin Barat, Banjarmasin, kemudian atas nama M Malik alamat Gumuruh, Batununggal, Kota Bandung, Bagas Raharjo alamat Gondomanan, Yogyakarta, dan Hendrik I Nyoman alamat Denpasar Selatan, Bali.

Kapolrestabes Semarang mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan yang terbesar sejak 10 tahun terakhir. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Comments

comments

Loading...
loading...