Pengacara Bowo Sidik: Ada Menteri yang Terkait dengan Uang Rp 8 Miliar yang Disita KPK

Setelah menyeret nama Nusron Wahid, kini pengacara Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajagukguk, menyatakan, ada seorang menteri yang terkait dengan uang Rp 8 miliar yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang Rp 8 miliar tersebut seperti diketahui dipecah ke dalam pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000. kemudian uang tersebut dimasukkan ke dalam 400.000 amplop lalu disimpan ke dalam 82 kardus dan 2 kotak wadah plastik.

“Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar itu di amplop tersebut sudah diceritakan. Dari salah satu menteri yang sekarang di kabinet ini,” ujar Edward setelah mendampingi kliennya untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Namun, Edward tidak menjelaskan lebih rinci tentang identitas menteri tersebut. Karena Bowo sendiri juga belum memberi tahu lebih lanjut soal menteri tersebut ke KPK.

“Belum. Kita kasih kesempatan penyidik untuk mendalami. Kita sabar aja menunggu,” ujarnya.

Pada kasus ini, Bowo Sidik Pangarso diduga telah menerima uang sebanyak enam kali dengan nilai mencapai Rp 221 juta dan 85.130 dollar Amerika Serikat. Si pemberi suap merupakan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti.

Uang itu diduga sebagai commitment fee untuk Bowo Sidik Pangarso ketika membantu pihak PT HTK menjalin kerja sama penyewaan kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG). Penyewaan itu sendiri berkaitan dengan kepentingan distribusi.

KPK sendiri menduga ada penerimaan dari sumber lain oleh Bowo, terkait jabatannya sebagai anggota DPR. KPK pun masih menelusuri lebih lanjut sumber penerimaan lain tersebut.

Apalagi KPK juga menemukan 400.000 amplop uang senilai Rp 8 miliar. Uang itu diduga akan digunakan oleh Bowo Sidik sebagai money politik terkait pencalonannya sebagai calon anggota legislatif DPR di Pemilu 2019.

Comments

comments

Loading...
loading...