Caleg PKS Terjaring OTT Saat Bagikan Uang, Berdalih Ada Pihak yang Menjebaknya

Calon anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur dapil I dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Ali Akbar, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan masyarakat, Senin (15/4/ 2019) malam.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lombok Timur langsung mengamankan Muhamad Ali Akbar. Caleg yang diduga melakukan pelanggaran dengan kampanye pada masa tenang dan juga kedapatan membagikan uang dan stiker di Dusun Dasan Gedang Lauk, Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Senin (15/4/2019)

“Oleh pengawas TPS mendapatkan oknum caleg sedang kampanye di masa tenang di Kecamatan Selong. Kemudian dilaporkan ke pengawasan desa dan pengawasan kecamatan. Kemudian sama-sama dibawa ke Bawaslu Kabupaten,” ujar Ketua Bawaslu Lombok Timur Retno Sirnopati, Selasa (16/4/2019).

Retno menungkapkan, caleg tersebut mengumpulkan beberapa masyarakat untuk diberikan amplop yang berisi uang sebanyak Rp 25 ribu. Ia juga menerangkan cara memilihnya pada saat pemungutan suara pemilu 2019. Bawaslu Lombok Timur langsung melakukan investigasi kepada saksi dan membuat form A (hasil pengawasan).

Kata Retno, aparat kepolisian juga langsung bertindak dengan menghubungi Panwascam Selong dan mengamankan caleg serta barang bukti berupa amplop yang berisi stiker caleg dan uang Rp 25 ribu, spesimen, foto, dan satu unit mobil di Kantor Bawaslu Lombok Timur.

Dari keterangan saksi, caleg tersebut melakukan pelanggaran kampanye pada masa tenang yang disertai dengan membagikan uang. “Sesuai prosedur akan dilakukan pembahasan I di Gakkumdu siang ini. Masalah pencoretan tentu menunggu putusan pengadilan yang selanjutnya diserahkan ke KPU,” ungkap Retno.

BACA JUGA:  Kim Jong-Un Undang Donald Trump Ke Pyongyang Untuk Pertemuan Ketiga

Sementara, anggota Bawaslu Provinsi NTB Divisi Penindakan Pelanggaran Umar Achmad Seth membenarkan kejadian tersebut. Menurut Umar, proses selanjutnya akan ditangani Sentra Gakkumdu dalam waktu paling lama 14 hari ke depan untuk dilakukan penyidikan, penuntutan, hingga putusan pengadilan.

Namun, Caleg DPRD Kabupaten Lombok Timur dapil I dari PKS, Muhamad Ali Akbar membantah jika dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan politik uang. “Bukan OTT, mungkin yang tepat itu kampanye di minggu tenang,” kata Ali.

Ali mengaku sudah menyampaikan klarifikasi kepada Bawaslu Lombok Timur. Ali menduga ada pihak yang sengaja menjebaknya. “Ada undangan kelompok ibuk-ibu di kampung yang ternyata basis lawan,” ujar Ali.

Ia pun mengaku sedang menelusuri seorang ibu yang mengundang dia ke kampung tersebut untuk mengetahui tujuan mengundangnya. Meski begitu, Ali tidak menampik telah memberikan uang yang dia sebut sebagai pengganti konsumsi pertemuan.

“Uang pengganti konsumsi itu enggak sampai Rp 700 ribu dan amplop itu tidak seperti yang dihebohkan,” pungkas Ali.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...