Tema LGBT dalam Fim ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Dikecam Netizen

Film karya Garin Nugroho ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ yang mulai tayang di bioskop sejak 18 April 2019 yang lalu diliputi kontroversi. Kini film tersebut tengah dikecam oleh netizen. Trailernya di YouTube dipenuhi hujatan.

Bahkan beberapa netizen menghimbau “Film ini tolong jangan ditayangkan di Indonesia,”, komentar lainnya menyatakan “Film LGBT, Merusak anak-anak bangsa” juga ada yang menulis “Perusak moral. Bikin rusak generasi.”

Bahkan ada petisi yang ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia dan sudah ditandatangani lebih dari 53 ribu orang. Isinya tidak macam-macam, hanya imbauan untuk memboikot film itu. “Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul ‘Kucumbu Tubuh Indahku,'” demikian judul petisi di Change.org.

Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ menceritakan tentang penari Lengger bernama Juno. Ketika ditinggal ayahnya, Juno bergabung dengan sanggar tari Lengger. Tanpa diduga tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Sampai pada akhirnya, Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai seorang penari Lengger.

Tari Lengger sendiri merupakan budaya asli Indonesia, tepatnya berasal dari Banyumas. Tarian itu mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Biasanya tarian itu dipentaskan lelaki, yang kesehariannya mengubah diri jadi perempuan.

Pada film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Garin menceritakan hidup seorang penari Lengger, Rianto. “Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma-traumanya tersendiri yang bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu. Seorang penari Lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang,” ujar Garin dalam keterangan pers.

“Ini yang saya tangkap dari cerita hidup Rianto. Dan ini yang ingin saya coba visualisasikan ke dalam film,” ujar Garin.

Produser Ifa Isfansyah menganggap Kucumbu Tubuh Indahku akan indah secara visual. “Pertama kali mendengar ide ini, saya langsung sangat tertarik karena ceritanya yang sangat menggelitik. Cerita tentang perjalanan tubuh kita,” ujarnya.

Film yang tayang di Indonesia sejak 18 April lalu itu sudah mendapat beberapa penghargaan internasional, termasuk dari Italia, Prancis, Australia, dan Meksiko. ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ juga sudah diputar di lebih dari 30 festival film di seluruh dunia.

Comments

comments

Loading...
loading...