Karena Ancam Penggal kepala Jokowi, Hermawan Susanto Terancam Hukuman Mati

Polisi berhasil menangkap seorang pria bernama Hermawan Susanto yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi. Atas perbuatannya itu, Hermawan Susanto dijerat pasal makar dan terancam hukuman mati.

“Dijerat pasal 104 KUHP ya. Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara 20 tahun,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Minggu (12/5/2019).

Argo menambahkan, tersangka Hermawan Susanto juga dijerat dengan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Hermawan Susanto ditangkap oleh tim Subdit Jatanras Polda Metro di Perumahan Metro, Parung, Bogor, Minggu (12/5/2019) pukul 08.00 WIB. Tidak ada perlawanan pada saat penangkapan. Sekalipun sebelumnya lelaki ini mengancam akan memenggal kepala Jokowi saat demo di Bawaslu, Jumat (10/5/2019). Video itu lalu viral di media sosial.

Namun, Argo belum bisa mengungkapkan apakah pernyataan itu memang benar atau hanya ancaman semata. Sementara pelaku dilaporkan oleh Relawan Jokowi Mania (Jomin) ke Polda Metro pada Sabtu (11/5/2019).

Selain Hermawan, seorang wanita yang berada di dalam video yang menampilkan Hermawan melontarkan dugaan ancaman itu juga dipolisikan. “Yang perempuan itu juga akan diproses, dan kita sudah bikin LP (laporan polisi)-nya,” ujar Ketua Umum TimJokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer yang melaporkan wanita itu di Polda Metro Jaya, Minggu (12/5/2019)

Ebenezer menuding wanita itu sebagai pembuat konten video tersebut. Dia telah melaporkan wanita itu dengan laporan yang teregister di LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 Mei 2019 dengan pelapor atas nama Yeni Marlina. Yeni merupakan Wakil Sekretaris Joman.

BACA JUGA:  Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte Mengundurkan Diri

“Yang pembuat (video) yang perempuan itu dan yang mengancam. Yang laki-laki sudah ditangkap, tinggal perempuan. Mudah-mudahan nggak lama lagi diproses,” ujar Immanuel.

Namun, Immanuel menyebut Hermawan telah meminta maaf atas perbuatannya. “Tadi tersangka Hermawan Susanto mengucapkan permintaan maaf. Kita manusia kita memaafkan, tapi kan perbuatannya domainnya kepolisian, bukan domain kita, karena kepolisian yang menentukan proses itu,” pungkas Immanuel.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...