Dicekal Ke Luar Negeri Tapi Sekarang Bachtiar Nasir Sudah Berada di Mekkah

Bachtiar Nasir yang tengah tersangkut kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkemungkinan kembali ingkar terhadap surat panggilan polisi untuk ketiga kalinya. Kuasa hukum Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar, mengatakan bahwa kliennya belum bisa memenuhi panggilan pemeriksaan dari kepolisian pada Selasa (14/5/2019) karena masih berada di Mekkah, Arab Saudi.

Saat ini Bachtiar Nasir disebut tengah menghadiri acara Liga Muslim Dunia. Sementara sebelumnya Bachtiar sudah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dari polisi sebagai tersangka. “Benar (sedang berada di Mekkah). Sejak beberapa hari yang lalu saya lupa. Menghadiri undangan acara Liga Muslim Dunia,” ujar Aziz saat ditanya oleh beberapa media, Senin (13/5/2019).

Aziz mengaku tidak tahu bahwa kepolisian meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencekal kliennya bepergian ke luar negeri. Karenanya, dia memberi jawaban rinci bagaimana Bachtiar bisa berada di Mekkah. “Saya tidak tahu kalau masalah pencekalan,” ujar Aziz.

Menurut Aziz, Bachtiar berada di Mekkah hingga beberapa hari ke depan bahkan bisa berada di Mekkah hingga akhir Ramadan.  Namun Aziz mengaku sudah mengirimkan surat permohonan penundaan pemeriksaan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

“Tadi saya antar surat permohonannya ke Mabes Polri. Permohonan penundaan pemeriksaan, ” kata Aziz.

Dalam surat tersebut, kuasa hukum atas nama Tim Advokasi Ustaz Bactiar Nasir (TA-UBN), memohon penundaan pemeriksaan kliennya pada Selasa (14/5/2019). “Karena klien kami saat ini sedang berada di Mekkah guna menjalankan ibadah umrah sekaligus memenuhi undangan dari Muslim World League untuk mengikuti Konferensi Internasional di Mekkah tanggal 19-22 Mei dengan tema Moderasi Islam dalam Quran dan Sunnah,” isi surat permohonan penundaan pemeriksaan.

Undangan kepada Bachtiar Nasir dari Liga Muslim Dunia juga dilampirkan. Undangan itu bertuliskan aksara Arab. Padahal sebelumnya polisi sudah menetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) lewat Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS). Bachtiar sudah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kepolisian sebagai tersangka.

Comments

comments

Loading...
loading...