Eggi: Apabila Saya Ditahan Berarti Polisi Telah Melakukan Kriminalisasi

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana menilai, apabila dirinya ditahan sebagai tersangka atas dugaan makar dan pernyataan people power berarti polisi telah melakukan kriminalisasi terhadap dirinya.

“Kalau ditahan, ya kriminalisasi terjadi. Itu tidak profesional dan tidak terpercaya,” ujar Eggi Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (13/5/2019).

Eggi meminta agar polisi dapat bersikap objektif dalam melakukan penyidikan terhadap kasus yang tengah menyandungnya tersebut. “Kita minta bapak polisi bersifat objektif. Anda (bapak polisi) sudah mengklaim jargon profesional, modern, dan terpercaya. Jadi, janganlah mengingkari jargon yang anda buat sendiri. Saya mau profesionalitasnya sampai dimana,” ujarnya.

Eggi yang diagendakan diperiksa hari ini, Senin (13/5/2019) sebagai tersangka terkait kasus dugaan makar dan pernyataan people power oleh penyidik Unit V Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Polda Metro Jaya. Eggi tiba di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) sekitar pukul 16.36 WIB dan didampingi oleh tim kuasa hukumnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Eggi, Damai Hari Lubis mengatakan, kliennya tidak akan datang karena menunggu hasil gugatan praperadilan yang telah diajukan oleh timnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun Eggi ternyata tetap memenuhi panggilan dengan alasan, untuk membuktikan kejujuran dan keadilan.

“Kalau saya malah terima kasih pada (penetapan sebagai) tersangka ini, karena ini jadi peluang untuk membuktikan bahwa kejujuran dan keadilan bisa tampak,” ujar Eggi.

Eggi Sudjana ditetapkan tersangka atas dugaan makar dan pernyataan ‘people power’ oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimun) Polda Metro Jaya, pada Selasa (7/5/2019) lalu. Penetapan ini sebagai buntut dari pelaporan relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, yang dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Selain oleh Supriyanto, Eggi juga dilaporkan oleh politisi PDIP Dewi Tanjung terkait people power dan tudingan makar.

Terkait kasus tersebut, Eggi disangkakan Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Comments

comments

Loading...
loading...