Ini 9 Sikap Garuda Merah Terhadap Dinamika Pilpres Indonesia 2019.

Pemilihan Umum yang diinginkan semua masyarakat Indonesia adalah sesuai undang – undang adalah berlangsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER) serta Jujur dan Adil (JURDIL). Namun menurut pengamatan Ormas Garuda Merah yang merupakan Ormas pendukung dan mengawal pasangan nomer urut 02 Prabowo – Sandiaga Uno, pelaksanaan Pemilu 2019 ini justru sebaliknya.

Menurut Ketua Umum Garuda Merah Abdul Rahman SH, pihaknya menemukan sekitar 73000 kesalahan yang terjadi di pilpres kali ini, sehingga pihaknya meminta KPU untuk menghentikan Situng KPU.

”Dalam pengamatan kami, setidaknya ada sekitar 73000 kesalahan, kesalahan akibat tidak dilakukannya sesuai prosedur (Human Error) dan sistem yang salah (System Error). Melihat itulah maka kami meminta kepada KPU untuk menghentikan Situng yang dilakukan oleh KPU”, jelas Abdul Rahman SH, saat menggelar jumpa pers sekaligus buka puasa bersama awak media di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5/19).

” Jika itu tidak dilakukan, maka usai pengumuman hasil pemilu pada Tanggal 22 Mei mendatang,  kami dan semua ormas pendukung Capres dan  Cawapres Nomer Urut  02 siap turun ke jalan. Dan ini syah menurut Undang Undang”, tambah Abdul Rahman.

Bagi Hasyim Umagaf SH, Wakil Ketua Umum Garuda Merah, pihaknya melihat  Pilpres 2019 tercederai dan terjadi perpecahan di masyarakat. Oleh karena itu pihaknya menyatakan sikap menolak perpecahan antar masyarakat.

“Pilpres dahulu tidak seperti Pilpres kondisi sekarang. Jangan ada kelompok yang akan merusak keutuhan masyarakat. Oleh sebab itu Garuda Merah mendesak perubahan berdasar ideologi Pancasila.”kata Hasyim Umagaf

Mengenai Banyaknya korban petugas KPPS  yang meninggal juga tak luput dari pengamatan Garuda Merah. Pihaknya mendorong dibentuknya Tim Pencari Fakta atas kejadian yang menimpa para korban yang oleh Garuda Merah mereka sebut “Pahlawan Demokrasi”.

”Kami Garuda Merah turut berbela sungkawa atas meninggalnya para Pahlawan Demokrasi yang jumlahnya ratusan orang tersebut. Kami mendorong dibentuknya Tim Pencari fakta untuk mengungkap kasus kematian para Pahlawan Demokrasi

dan menyematkan Pita Hitam sebagai tanda berkabung, sekaligus memberi penghormatan dengan menaikkan bendera setengah tiang”, ungkap Mudzakir, Sekjen Garuda Merah.

Berikut  adalah dinamika politik yang terjadi pada Pilpres 2019 menurut pantauan dari Garuda Merah:

  1. Terdapatnya DPT Siluman di berbagai TPS di Indonesia
  2. Banyaknya Surat Suara yang telah tercoblos atas nama salah 1 (satu) pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.
  3. Terjadinya Human Error ataupun System Error pada Sistem SITUNG KPU yang menyebabkan Peruntungan salah 1 (satu) Pasangan Calon dan Kerugian pada 1 (satu) Pasangan Calon pada Pilpres 2019 di Indonesia.
  4. Kelemahan Sistem Manajemen di TPS, Pleno di Tingkat Kecamatan yang akhirnya menyebabkan kelelahan Anggota KPPS dan menyebabkan 500 lebih Anggota KPPS meninggal Dunia di Seluruh Indonesia.
  5. Pernyataan Sikap Garuda Merah

Atas perkembangan tersebut dan berbagai keganjilan serta ketidakwajaran yang terjadi di seluruh masyarakat luas, maka demi berhasilnya perjuangan untuk memenangkan Pasangan Prabowo – Sandi, Dewan Pimpinan Pusat Garuda Merah selanjutnya mengelurkan 9 poin pernyataan sikap yaitu:

  1. Garuda Merah meminta kepada Negara dan Pemerintah untuk menjaga Netralitas dalam Pilpres 2019 serta mencegah terjadinya berbagai tindakan kecurangan baik yang manual maupun digital demi tegaknya Demokrasi dan Pilres yang jujur dan adil
  2. Garuda Merah meminta kepada Bawaslu dan KPU untuk melaksanakan tugas dan pengawasan secara jujur, adil, professional, tidak berpihak, serta mencegah dan menindak segala bentuk kecurangan yang terjadi.
  3. Garuda Merah meminta kepada Pers dan Media Massa untuk memberitakan jalannya SITTUNG KPU SECARA LIVE yang dapat disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.
  4. Garuda Merah meminta agar TNI, POLRI dan BIN bersikap netral tidak berpihak dan tidak merusak disiplin serta etika Keprajuritan dan Kepolisian.
  5. Garuda Merah meninta kepada Penegak Hukum agar tidak terkesan mencari – cari kesalahan pasangan calon yang di usung demi tegaknya hukum dan keadilan yang sejati.
  6. Garuda Merah meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menyelidiki atas meninggalnya saudara – saudara kita anggota KPPS di seluruh Indonesia.
  7. Garuda merah mendesak KPU dan BAWASLU untuk mendiskualifikasi Paslon yang terbukti melakukan kecurangan pemilu.
  8. Sesegera mungkin SHUTDOWN SITUNG KPU dan biarkan penghitungan CI Pemilu Presiden berdasarkan Pleno Kecamatan, Pleno Kota dan Kabupaten, Pleno Provinsi dan Pleno Nasional.
  9. Garuda Merah mengajak seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang agar menjaga suasana fair dan kondusif. Demikianlah Pernyataan Sikap Garuda Merah dalam menyikapi dinamika situasi politik yang sedang terjadi saat ini. (@enny_hdyn)

 

Comments

comments

Loading...
loading...