Merasa Telah Menangkan Mandat dari Rakyat Prabowo Minta KPU Menghentikan Penghitungan Suara.

Prabowo Subianto meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan penghitungan suara dan “menolak hasil penghitungan yang curang”. Hal itu ditegaskan oleh Prabowo dalam acara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di Jakarta Selasa (14/05/2019).

Prabowo mengklaim kemenangan 54% sekalipun pada penghitungan real count KPU menunjukkan pasangan calon presiden nomor urut 02 meraih 43,75%. Namun, Sekjen Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Yunarto Wijaya mempertanyakan kesahihan angka klaim kemenangan ini karena hampir satu bulan BPN baru menghitung sekitar 50% suara dan telah mengklaim kemenangan lebih 54%.

Sementara, penghitungan real count KPU sampai Selasa (14/5/2019) sudah mencapai lebih dari 81% dan capres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dengan perolehan 56,25% suara sedangkan Prabowo-Sandiaga 43,75%.

Dalam klaim kemenangan ini, Prabowo juga menegaskan dirinya dan Sandiaga Uno merupakan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, telah “memenangkan mandat dari rakyat”.

“Setelah memperhatikan dengan seksama dan meyakinkan, bahwa kita telah memenangkan mandat ini. Kita telah memenangkan mandat dari rakyat,” seru Prabowo dalam acara yang digelar untuk mengungkap apa yang mereka klaim sebagai fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019.

Prabowo menyatakan dirinya menolak penghitungan Komisi Pemilihan Umum sekaligus meminta KPU menghentikan penghitungan suara yang diklaim curang secara masif dan sistematis.

“Sikap saya adalah menolak hasil penghitungan pemilu, hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakdilan dan ketidakbenaran dan ketidakjujuran,” cetusnya sebagaimana dikutip dari BBC News Indonesia, Selasa (14/5/2019).

BPN Prabowo-Sandiaga memaparkan data mereka yang menyebut Prabowo-Sandiaga mengungguli perolehan suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sekalipun sebelumnya Prabowo mengklaim telah meraih 62% suara. Tidak dijelaskan mengapa ada penurunan jadi 54% dari klaim sebelumnya.

Koordinator pengumpulan data kemenangan Prabowo-Sandiaga, Profesor Laode Kamaluddin memaparkan perolehan suara berbasis C1 dari sistem informasi direktorat BPN per 14 Mei, dengan capres nomor urut 02 memperoleh 54,24 % suara, sementara Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh suara 44,14% suara. Data ini diperoleh dari total 444.976 TPS.

“Posisi ini diambil dari total TPS sebanyak 54,91%, sudah melebihi keperluan bagi ahli-ahli statistik, angka ini sudah valid, sudah bisa dipertanggungjawabkan secara akademis,” ujar Laode.

Metode perolehan suara berbasis C1 yang dilakukan timnya, kata Laode, dengan mengumpulkan data C1 dari para relawan Prabowo-Sandi di seluruh Indonesia.

“Pada minggu pertama setelah 17 April, tidak banyak yang menyadari pentingnya C1. Pada saat itu semua langsung kirimkan C1 dari sekbes, satgas, kemudian dari relawan Prabowo-Sandi, dari partai koalisi dan saksi-saksi yang ada, itu berdatangan dan sampai hari ini data raw data kita sudah mencapai 1.411.332,” kata Laode.

Namun, Profesor Laode tidak menjabarkan secara rinci metode yang dia gunakan dan seberapa sahih pengumpulan data tersebut.

Comments

comments

Loading...
loading...