OSO Dituntut Bertanggung Jawab atas Keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019

Pernyataan Oesman Sapta Odang (OSO) terkait tidak tercapainya  Parliamentary Threshold 4% Partai Hanura, dan dia melempar kegagalan itu ke Wiranto. Disikapi oleh DPP Partai Hanura kubu Munaslub II Ketum Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, dengan menggelar jumpa pers, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Para kader dan simpatisan Partai Hanura menuntut Oesman Sapta Odang bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada pemilu 2019 dan Daryatmo menyampaikan pernyataan sikap kubunya meminta OSO secara Ksatria mundur dari kepemimpinan Partai Hanura.

DPP Partai Hanura kubu Daryatmo sangat menyesalkan pernyataan Oesman Sapta Odang (OSO) yang menyalahkan Wiranto sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas kegagalan partai tersebut menuju Senayan. Hanura gagal lolos karena tidak memenuhi ambang batas Parliamentary Threshold (PT) sebesar empat persen.

“Kami menyesalkan pernyataan yang disampaikan oleh Osman Sapta, sebab menodai puasa Ramadhan di mana kita dalam suasana meningkatkan silaturahmi dan disampaikan di hadapan Presiden, seharusnya dalam suasana ketat tata krama, itu marwahnya,” ujar Marsekal Madya (Purn) Daryatmo, di DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta, Minggu (19/5/2015).

Apalagi menurut Dayatmo, OSO telah mengatakan pernyataan tersebut bukan hanya menodai puasa Ramadhan. Namun, ia menambahkan, juga karena disampaikan di depan Presiden Joko Widodo saat acara buka bersama DPD RI dengan Presiden Jokowi pada Rabu (15/5/2019) lalu.

“OSO menjadi ketum Partai Hanura kan karena restu Wiranto pendiri partai dan ketum sebelumnya, dikarenakan Wiranto diangkat oleh presiden menjadi Menko Polhukam, yang tugasnya mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan politik, hukum, dan keamanan,” ujar Daryatmo.

BACA JUGA:  Sebanyak 30 Anggota DPRD Kota Binjai Dilantik Periode 2019-2024

Partai Hanura di bawah kepimpinan OSO menurut Daryatmo bukan semakin solid, tetapi telah terjadi perpecahan. Hal tersebut akibat model kepemimpinan yang mengabaikan mekanisme dan aturan partai dalam mengambil keputusan.

Sehingga, mayoritas kader militan Partai Hanura melakukan perlawanan dengan menyelenggarakan Munaslub II yang memberhentikan OSO sebagai Ketua Umum Partai Hanura. “Oleh karena itu tidak heran partai kami gagal memenuhi ambang batas PT, namun anehnya, justru OSO menyalahkan Wiranto sebagai penyebabnya,” ujar Daryatmo.

Ia mengatakan tanggung jawab Partai Hanura itu ada di tangan OSO dan bukan di tangan Wiranto sebagai ketua dewan pembina. “Jadi tidaklah berlebihan apabila kita menduga OSO mau lari dari tanggung jawab, dan ini membuktikan keyakinan mayoritas kader, bahwa Partai Hanura di bawah kepemimpinan OSO tidak banyak yang bisa diharapkan,” pada siaran persnya.

“Untuk itu, kiranya tidaklah berlebihan juga bila kami kader dan simpatisan Partai Hanura menuntut Oesman Sapta Odang bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019, dengan secara kesatria mundur dari kepemimpinan Partai Hanura,” kata Daryatmo.

Sebelumnya, OSO mengungkapkan penyebab partainya gagal lolos ambang batas parlemen karena tindakan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto. “Jadi ada yang bertanya, kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto bukan saya. Dia yang membuat kalah kok,” tegas Oesman Sapta pada acara buka puasa bersama Presiden Jokowi, di kediaman Oesman, Jalan Karang Asem, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...