Hutan Indonesia Terancam Punah, Nirmala Ratimanjari Sari: Lapisan Ozon Terus Menipis

Beberapa dekade belakangan ini, keberadaan hutan Indonesia khususnya kian berkurang. Hal itu disebabkan adanya pembakaran liar dan penebangan pohon yang hanya menguntungkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, mereka lupa akan manfaat hutan bagi makhluk yang mendiami permukaan bumi ini.

Aktivis kehutanan, Nirmala Ratimanjari Sari mengungkapkan jika terdapat beberapa hal yang berakibat atas perbuatan manusia-manusia yang hanya menguntungkan pribadi dengan mengesampingkan kepentingan khalayak ramai.

“Salah satunya yakni ketersediaan hutan semakin mengecil. Selain itu, makhluk yang mendiami kawasan hijau itu akan terancam punah. Pasalnya, ketersediaan makanan bagi mereka di dalam hutan itu semakin sedikit,” kata Nirmala Ratimanjari Sari, Jum’at (31/5/2019).

“Akibatnya, masyarakat disekitar hutan-hutan tersebut juga akan terancam oleh binatang yang tengah kelaparan. Kenapa? Karena cadangan makanan di hutan sudah habis ulah manusia itu sendiri. Hal hasil, manusia disekitar hutan itulah yang akan menjadi makanan bagi binatang-binatang tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, seiring dengan terusnya penebangan dan pembakaran hutan dilakukan, hal ini juga akan menyebabkan bencana alam. Geografis Indonesia yang terdiri dari daratan tinggi dan daratan rendah itu, terancam akan mengalami musibah banjir dan longsor.

“Jadi, dari dua hal ini sudah banyak kerugian yang kita alami. Korban jiwa pun akan semakin banyak berjatuhan,” ucap Nirmala Ratimanjari Sari.

Indonesia sendiri kerap dilanda banjir dan longsor. Terutama memasuki musim hujan. Tidak adanya pohon yang mengurangi pergerseran tanah di daratan tinggi menyebabkan longsor yang juga mengancam keselamatan manusia.

BACA JUGA:  25 Juta Anak Tanpa Akta Kelahiran, Frederika Alexis Blusukan

Begitu juga di dataran rendah, air dengan volume yang banyak juga mengancam manusia dari banjir. Karena daya tampung hutan dalam menyerap air tidak ada lagi. “Untuk itu, kita perlu menekankan jika perusakan hutan itu sangat membahayakan sekali,” tegasnya.

Tak hanya itu, pembakaran hutan pun menyebabkan polusi udara. Dengan adanya hutan, oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya didominasi oleh udara kotor (Co2).

Akibatnya, manusia kembali terancam, terlebih soal saluran pernafasan yang diakibatkan oleh asap tebal dan kotor tersebut. “Penyakit pun terus menyerang manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi ini. Tak hanya itu, makhluk hidup pun rentan terkena sinar ultraviolet dari oyancaran sinar matahari. Karena, lapisan ozon terus menipis,” tuturnya.

“Bumi yang semakin tua ini sebaiknya terus kita jaga demi keselamatan kita semua. Bukan malah merusak bumi ini dengan kerakusan manusia itu sendiri,” pungkas Nirmala Ratimanjari Sari.

BACA JUGA

Comments

comments

Loading...
loading...