Paris De La Mode Fashion School Bidik Generasi Mellenial Untuk Bergerak di Bidang Fashion.

Didirikan pada 26 Januari  tahun 2019, ‘Paris de la Mode Fashion School’ sangat mendukung ‘Sarinah Ramadan Festive 2019’ lalu yang mengundang puluhan disainer ternama Indonesia, yakni Disainer Moslem Wear Fashion Show.
 “Dukungan ini karena Paris de la Mode Fashion School ingin ikut memajukan khasanah mode Indonesia terutama pakaian muslim, yang mana pakaian muslim baik wanita, pria maupuan anak –anak adalah salah satu ciri khas pakaian yang menjadi trade mark Indonesia untuk dikenal dimata dunia,” jelas Hesty Maureen, perwakilan dari Paris de la Mode Fashion School ini.
Paris de la Mode  Fashion School adalah sekolah yang berlokasi di tanggerang,  memfasilitasi warga disekitar tanggerang bahkan diluar tanggerang juga untuk mengembangkan bakat di dunia fashion.
Menurut Silvia Sujanto (Vivi),
Deputy Principal Paris de la Mode Fashion School dengan didirikannya sekolah fashion ini diharapkan bisa meningkatkan fashion industry sehingga para kaum Millineal berminat di bidang fashion yang sangat luas.
“Kami mengharapkan anak muda sekarang/generasi muda sekarang millennia boleh lebih banyak untuk bergerak di bidang fashion, karena fashion ini adalah industry yang luas hingga sampai ke manca negara. Oleh karena itu kita mengambil paris sebagai standarisasi internasional, kita mengharapkan nanti mereka bisa berkancah di dunia internasional/luar negeri.”ungkap Silvia Sujanto saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta beberapa waktu lalu.
Silvia Sujanto juga menambahkan mengenai perbedaan Paris de la Mode Fashion School dengan sekolah fashion lainya adalah Paris de la Mode tidak membiarkan lulusannya lepas begitu saja setelah mereka menyelesaikan pendidikan atau lulus. Sekolah-sekolah yang ada selama ini setelah selesai, lulus begitu saja.
“Tapi setelah mereka lulus kita membukakan kesempatan kepada lulusan sekolah kami dengan memberikan link setelah mereka lulus  sehingga mereka tau setelah lulus seperti apa,” tambah Selvia.
Bicara fashion di Indonesia otomatis akan bicara tentang kain atau wastra, dan Indonesia ini adalah gudangnya wastra, di Paris de la Mode Fashion School berapa persen penguasaan wastra tradisional akan di ajarkan. Perlu diketahui bahwa Paris de la Mode Fashion School adalah kolaborasi antara Indonesia dan Paris.
“Jadi bisa dipastikan bahwa kain-kain tradisional 50% pasti akan kita gunakan dan itu wajib, apa lagi sekolah kita berlokasi di Indonesia.”kata Selvia
Lama pendidikan di Paris de la Mode Fashion School iru rage nya jam, jadi paling sedikit itu 66 jam dan itu bisa sekitar 2 sampai 3 bulan dan paling lama 2 tahun. Syarat bergabung di Paris de la Mode fashion school adalah mereka yang memiliki passion di fashion. Dan guru-gurunya juga dari paris.
Menurut Selvia kelas dalam Paris de la Mode fashion itu dibatasi muridnya paling banyak itu 8 -10 orang, jadi biar tidak terlalu banyak sehingga murid yang belajar dan guru yang mengajar lebih fokus. Dan di sekolah ini dibagi dalam tingkatan Basic Class, Intermediate Class, dan Advance Class. Rencananya Paris de la Mode akan membuka program. (@enny_hdyn).

Comments

comments

Loading...